Siswa SMK HKBP Sidikalang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto. KMC)
koranmonitor – MEDAN | Sebanyak 159 siswa atau pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2/2026).
Kasus ini menambah daftar panjang insiden kesehatan dalam program unggulan pemerintah tersebut.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara, Tengku Agung Kurniawan, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Ia menyatakan para siswa mulai merasakan gejala gangguan pencernaan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Sidikalang.
āKami turut prihatin atas kejadian yang ada di Sidikalang, Dairi,ā ujar Agung, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan penjelasan Agung, pendistribusian makanan berlangsung antara pukul 10.00 hingga 11.00 WIB dalam kondisi yang awalnya terlihat normal. Namun, para siswa mulai mengeluhkan sakit pada Senin malam.
āMalam sudah mengalami gangguan pencernaan. Gejala awal dirasakan pada 23.00 WIB,ā ujar Agung.
Kondisi para siswa memburuk hingga mencapai puncaknya pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, ratusan pelajar harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit setempat.
Hingga saat ini, dilaporkan masih ada 58 pelajar yang menjalani perawatan intensif. āPerawatan dipusatkan di RSUD Sidikalang,ā ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, BGN Sumatera Utara telah menutup sementara operasional SPPG 3 Sidikalang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pihaknya kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab pasti keracunan tersebut.
āKami masih menunggu uji laboratorium. Hasilnya akan kami sampaikan,ā ungkap Agung.
Insiden di Sidikalang ini merupakan kasus pertama yang tercatat di Sumatera Utara pada tahun 2026. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), angka korban keracunan MBG secara nasional telah mencapai 16.109 orang per 31 Oktober 2025 yang tersebar di 26 provinsi.
Meskipun angka kejadian masih fluktuatif, Kepala BGN Pusat, Dadan Hindayana, sebelumnya sempat menyatakan komitmennya untuk mencapai target zero accident dalam program ini. Dadan mengeklaim adanya tren penurunan kasus pada awal tahun ini.
āAlhamdulillah, kasus kejadiannya selama Januari ini sekitar 50 kali. Itu jauh lebih kecil dibandingkan Oktober atau September, padahal jumlah SPPG meningkat tajam,ā kata Dadan di Balai Kota, Senin (10/2/2026). KMC/R

