Hadiri Halal Bihalal Dewan Adat Raja Angkola Sipirok, Ijeck Disambut Hangat

MEDAN | Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, menghadiri acara halal bihalal bersama Dewan Adat Raja Angkola Sipirok, di Gedung Adam Malik, Jalan Kapten Koima, Padangsidimpuan, Kamis (21/6/2018).

Saat tiba di lokasi acara, Ijeck (sapaan Musa Rajekshah) disambut hangat dengan prosesi adat Sipirok, seperti pemberian ulos dan tarian pedang.

“Pemberian ulos ini atau mangulosi sebagai ucapan selamat datang kepada bapak Musa Rajekshah ke sini,” ujar seorang anggota dewan adat.

Kali itu, Ijeck terlihat mengenakan stelan jas hitam dengan celana panjang dan sepatu berwarna senada.

Pada bagian pahanya, melekat kain dengan corak adat berwarna abu-abu. Pakaian tersebut, juga tampak pada pria-pria yang menyambut kedatangannya ke sana.

Ketua Dewan Adat Raja Angkola Sipirok Syekh H Gazhali Harapan, memuji kehadiran Ijeck ke acara tersebut.

Hal tersebut menunjukkan jika Ijeck memang sudah menganggap para dewan adat, merupakan bagian dari keluarganya.

“Karena dari Medan itu bukan hal yang gampang ke sini, ini lah bentuk keseriusan bang Ijeck. Insya Allah doa dari abanganda Ijeck untuk menjadi wakil gubernur dapat dikabulkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Pada acara yang dihadiri oleh berbagai perwakilan dari keturunan raja-raja luat itu, para Dewan Adat juga memberikan upah-upah kepada Ijeck.

Menurut salah satu anggota Dewan Adat Hendrisah Harahap, prosesi tersebut merupakan dukungan moral. Agar Ijeck semakin siap menjadi calon pemimpin Sumatera Utara.

“Jadi itu memberikan spirit, karena beliau mau berjuang untuk bertarung dalam Pilkada Sumut. Harapan kami mudah-mudahan beliau sehat dan terpilih, agar bisa bergandengan dengan masyarakat hukum adat,” katanya.

Usai menjalani prosesi adat, Ijeck mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para Dewan Adat yang telah memberikan sambutan kepada dirinya. Ia mengaku merasa bangga dan haru, atas dukungan kali ini.

Terlebih, ia juga tidak merasakan seperi orang lain jika berkunjung ke Tapanuli bagian selatan.

Karena seperti diketahui, belum lama ini ia dan istrinya sudah menjadi keluarga besar masyarakat Tapanuli.

Dengan dirinya ditabalkan marga Lubis, dan istrinya Sri Ayu Mihari diberikan marga Pulungan.

“Insya Allah jika nanti kami dapat menjabat di pemerintahan, kami tidak memalukan masyarakat di sini. Karena kami sudah masuk dalam keluarga besar dari masyarakat Tabagsel,” pungkasnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *