Tragedi Karamnya KM Sinar Bangun, “Semoga Kami Sabar Menunggu Ketidakpastian…”

MEDAN | Lepas Isya, rumah Sugrito (60) di Dusun II Gang Srikandi Desa Mekarsari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara ramai didatangi orang. Hujan ringan yang turun tak membuat kursi-kursi yang disediakan kosong, bahkan banyak yang akhirnya duduk mengemper. Mereka berkumpul untuk melakukan doa bersama.

Rumah Sugrito menjadi tempat berkumpulnya anak-anak lintas komunitas, termasuk Komunitas Ucok Butet Bersaudara Jalan-jalan. Tujuh dari anggota komunitas tersebut menjadi korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun pada Senin (18/6/2018) petang lalu.

Sampai hari ke delapan ini, tak satupun keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kabar pasti. Mereka masih menunggu sambil menggantungkan harapan kalau para korban akan kembali pulang dan berkumpul kembali dengan sanak keluarganya.

“Kami sekeluarga mengharapkan masih diberi kesempatan, keselamatan atas anak kami. Seandainya pun kehendak berkata lain, kami ikhlas… Kami juga memohon, amal ibadah anak kami diterima, dan ditempatkan mereka di sisi yang sebaik-baiknya di hadapan Allah,” kata salah satu perwakilan keluarga, Minggu (24/6/2018) malam.

“Semoga kami diberi ketabahan menghadapi musibah ini, sabar menunggu ketidakpastian…” sambungnya dengan raut sendu.

Selanjutnya perwakilan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Delitua diminta memberikan kata sambutannya. Seorang pria menggunakan ikat kepala warna coklat berdiri. Tapi suaranya parau menahan duka, dia tidak mau berlama-lama cakap.

“Empat kader terbaik kami hilang, yang kami harapkan sama-samalah kita berdoa agar dapat menemukan jasad dari adik dan anggota kami ini. Saya tidak bisa berpanjang kalam, cukup sedih saya..” katanya mengakhiri.

Kepala Lingkungan Dusun II Suhendra membenarkan beberapa warganya hilang saat berwisata ke Danau Toba. Katanya, semua usaha sudah dilakukan, namun Tuhan belum berkehendak. Lalu dia bersama tokoh masyarakat dan lintas komunitas berinisiatif menggelar doa bersama untuk para korban yang belum ditemukan.

“Saya berharap, para orangtua korban selalu sabar, tabah dan tawakkal menghadapi cobaan. Semua ini ada hikmahnya. Saya mewakili pemerintahan Desa Mekarsari mengucapkan turut prihatin, terus terang kami tidak dapat berbuat apa-apa…” ucapnya

Ustaz Syamsudin dalam tausiahnya mengatakan, takdir Allah tidak ada yang buruk hanya pandangan manusia saja bahwa mendapat musibah itu tidak mengenakkan, masalah, buruk dan tidak baik. Takdir terbagi dua, yaitu takdir yang bisa dirubah dan tidak bisa dirubah. Nabi Muhammad SAW doanya makbul, tapi nabi tidak bisa menolak apa yang sudah ditentukan Allah.

“Bahwa Allah memberikan musibah dan bencana untuk mengangkat derajat manusia, orang-orang yang sabar. Dalam konteks agama, sabar hukumnya wajib. Dan apabila kita tidak sabar bisa merubah keadaan? Tidak juga…” ujarnya.

Maka semua orang beriman yang menyakini takdir dan kekuasaan Allah, apapun yang menimpa kita, jangankan peristiwa besar, sehelai rambut yang jatuh, daun yang berguguran, semut hitam yang berjalan di tengah malam, semuanya ada dalam catatan Allah.

“Tidak ada pilihan untuk kita kecuali bersabar, semakin mendekatkan dirilah kepada Allah. Bukan bertanya kepada karma atau yang berbau syirik…” tegas Syamsudin.

Ketujuh anggota komunitas Ucok Butet Bersaudara Jalan-jalan yang belum ditemukan adalah:

1. Bayu Satriawan Wibowo Bin Suratman (25), warga Pasar 9 Gang Damai
2. Irawady Affandy Bin Syafizal (36), penduduk Jalan Satria
3. Ikhsan Zulkarnaen Siagian Bin Muhammad Sholeh (30), warga Pantai Rambung Gang Delima 1
4. Mei Sri Novi Binti Mugiono (34), warga Titi Kuning
5. Khairiah Handayani Binti Siswanto (29), warga Jalan Sisingamangaraja Gang Mandailing
6. Vivi Novianti Binti Sukirman (25), warga Jalan Marendal Gang Keluarga
7. Muhammad Ferry Sembiring Bin Abdullah (32), penduduk Berastagi

Sampai hari ke delapan ini, jumlah korban KM Sinar Bangun yang karam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018) petang masih 21 orang. Terdiri dari 18 korban selamat dan tiga orang meninggal dunia. Masing-masing korban tewas sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan jumlah korban yang dinyatakan hilang diperkirakan mencapai 184 orang.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *