Ketua LPP PKB Dianiaya Diduga Buntut Nomor Urut Bacaleg

MEDAN | Ketua Lembaga Pemenang Pemilu (LPP) Partai Berlambang Bola Dua dikellingi sembilan bintang (PKB) Dodi Krisna Adi Jaya Siregar (36) warga Jalan Pendidikan No 101Kelurahan Indra Kasi Kematan Medan perjuangan menjadi sasaran.

Dia,terkapar dan nyaris pingsan setelah dipukul dan dikeroyok oleh 8 orang, tujuh diantaranya diduga preman sewaan berinisial Ham Bakal Calon (Bacalek) Anggota DPRD Kota Medan Rabu (18/7) sekira Jam 14.00 Wib.

“Kalau menurut kami terduga pelaku berinisial Ham dendam sama korban (Dodi),” kata teman korban saat mendampingi membuat pengaduan ke Polsek Patumbak, Rabu (18/7) sore.

Ceritanya, selama ini antara Dodi dan Ham berteman di Partai PKB,terjadi selisih paham. “Selama ini baik-baik saja, korban ada selisih paham dengan dia (Ham-red), gara-gara diduga masalah nomor pencalonan sebagai Calon Anggota DPRD Kota Medan” kata temannya.

Siang itu, saat Dodi hendak menuju kantor DPW PKB sumut di jalan Menteng Raya. saat dalam perjalanan, Dodi mendapat telepon dari seseorang yang menanyakan apakah dia jadi ke kantor DPW PKB. Lalu korban menjawab ini lagi dalam perjalanan. Setibanya di depan kantor DPW PKB Sumut, korban memarkirkan kendaraannya d seberang jalan. Saat hendak menyeberang menuju kantor DPW PKB sumut, tiba-tiba Ham dan kawan-kawanya langsung menghampiri Dodi.

Terutama Ham memanggil Dodi dan tanpa bilang apa-apa langsug memukul korban bersama 7 orang tamannya saya dipukuli ,” kata Dodi,saat diwawancarai di Mapalsek Patumbak usai membuat laporan.

Dodi juga mengatakan Ham langsung menarik dengan paksa ke mobinya yang diparkirkan di dekat SPBU terminal Amplas. Para pelaku terus memukul i sembari menyeret korban dan memasuki korban ke dalam mobil dari pintu belakang. Saat itu pelaku merampas hape serta kunci mobil korban.

Selanjutnya, salah seorang dari pelaku sempat menghidupkan mobil dan membawa korban yang telah dimasukan dari pintu bagasi. Syukurnya peristiwa itu dilihat oleh teman-teman korban lalu melerai serta membawa korban ke dalam Sekretarat DPW PKB Medan dalam keadaan babak belur tak berdaya.

“Saya menduga kejadian ini ada hubungannya dengan nomor urut Bakal Calon (Bacalon)Anggota DPRD Kota Medan.Kan dia (Pelaku Ham) telah informasinya mendapat nomor urut 2 pada Dapil 4. Yah itu hanya isu saja, padahal tentang no urut pastilah melalui rapat pleno. Dan tidak dipungkiri bahwa no urut 1 biasanya dimiliki oleh jabatan strategis organisasi.
Saat itulah,karna tak senang korban yang baru datang dan mau akan masuk ke Sekretariat DPW PKB Kota Medan di Jalan Panglima Denai dihadang dan dikeroyok. Bahkan ditarik dengan paksa ke mobil korban yang terparkir SPBU dan dari belakang, tubuh serta kepala korban dihajar bahkan ditendangi
“Ada 8 orang sama Ham (Pelaku) memukuli saya,”
ketusnya.

Akibat pemukulan itu, korban terkapar dan babak belur nyaris pingsan.”Lihatlah tubuh saya ini penuh luka dan ketika itu saya nyaris pingsan tak ingat apa-apa dipukul mereka beramai-ramai,” katanya menambahkan.Menurut Dodi (Korban),sangat mengenal Ham (Pelaku),sedangkan 7 orang lainnya korban tidak mengenalnya,karna bukan orang-orang Partai PKB, melainkan pereman bayaran yang sengaja dibawa Ham untuk memukulinya.

“Kalau orang partai pastinya saya kenal dengan mereka,dan hanya Ham saja yang saya kenal,saya menduga sekira 7 orang lainnya merupakan pereman yang dibanyar oleh Ham untuk memukuli saya,”pungkas Dodi sembari menjukkan STPL,Nomor /408/VII/2018/SU/Polrestabes Medan/Sek Patumbak.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *