Lagi GAM Sumut ke KPK, Usut Dugaan Korupsi Kadinkes Langkat  Dr Sadikun Winato Soal Alkes RSU Tanjung Pura Rp7,8 Miliar

JAKARTA | Puluhan mahasiswa tergabung dalam Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (PP GAM Sumut), kembali mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jalan  Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018)

Dalam aksi keduanya, PP GAM Sumut mendesak lembaga antirasuah (KPK RI-red) memanggil dan periksa Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Langkat, Dr Sadikun Winato, terkait dugaan korupsi dan mark up.

Dr Sadikun Winato yang sebelumnya menjabat Direktur RSU Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, diduga melakukan dugaan korupsi dan mark up pengadaan alat kesehatan (alkes), kedokteran dan KB RSU Tanjung Pura, Kabupaten Langkat bersumber dari APBN TA 2011 senilai Rp7.827.285.000.

“Kami kembali demo ke kantor KPK RI, mendesak pimpinan KPK untuk memanggil dan periksa Dr Sadikun Winato, terkait dugaan korupsi dan mark up pengadaan alkes tahun 2011 di RSU Tanjung Pura. Kami menduga telah terjadi kerugian negara senilai Rp3 miliar lebih dalam pengadaan alkes tersebut,” kata Ketua Harian PP GAM Sumut, Kurnia Ikhsan Lubis.

Dikatakan Kurnia, PP GAM Sumut terus mendesak KPK RI melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap mantan Direktur RSU Tanjung Pura, Dr Sadikun Winato (saat ini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Langkat), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pelaksana kegiatan dan pihak yang dianggap terlibat.

“Untuk melakukan pengusutan dugaan korupsi Dr Sadikun Winato. Kami siap membantu KPK RI dengan menyerahkan dukomen dan data-data guna memanggil dan periksa Dr Sadikun Winato, PPK, pelaksana kegiatan dan pihak yang dianggap terlibat,” ungkapnya.

Sebut Kurnia, berdasarkan data dan dokumen kontrak No:447-1698/TP-APBN/RSUD/X/2011 tertanggal 7 Oktober 2011senilai Rp 7.827.285.000, diduga ada dugaan korupsi dan mark up. Dimana pelaksana pengadaan dilaksanakan CV Global Sukses alamat Jalan Sei Kera, Gang Pribadi No .42 Medan selaku pemenang tender.

Dimana CV Global Sukses dengan Direkturnya, Andrianto SE sesuai dengan dokumen kontrak No: 447-1698/TP-APBN/X/2011. Diperoleh pelaksana tender CV Global Sukses diduga menggunakan surat dukungan pengadaan barang yang dikeluarkan oleh LNA Produsen alkes diduga palsu.

Dalam surat dokumen itu disebutkan LNA mendukung GE Medical System information Technologies beralamat di Amerika. Surat dukungan itu digunakan CV Global Sukses untuk pengadaan alkes di RSU Tanjung Pura tanggal 8 Juli 2009 hingga Juli 2012. Sebab dalam dokumen LNA tersebut ditandatangani Deputy LNA, Laurence Degallier pada tangal 26 Oktober 2006.

Informasinya, KPA pengadaan alkes tahun 2011 yang saat itu Direktur RSU Tanjung Pura diduga telah menerima fee dari CV Global Sukses. Dan, Andrianto Direktur CV Global Sukses, kini sedang menjalani hukuman di Rutan Tanjung Gusta Medan, terkait dugaan korupsi pengadaan alkes di RSU Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Sebelumnya, dihadapan massa PP GAM Sumut, Tata selaku bidang humas KPK RI yang mewakili pimpinan KPK  RI menyatakan pihaknya segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kadinkes Langkat, Dr Sadikun Winato (mantan Direktur RSU Tanjung Pura).

Tata menyampaikan, KPK RI segera mengusut laporan dari PP GAM Sumut terkait dugaan tindak pidana korupsi dan mark up pengadaan alkes RSU Tanjung Pura bersumber dari APBN TA 2011senilai Rp 7.827.285.000.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *