Demo Kejatisu, PP GAM Sumut Lapor Dugaan Korupsi Kadinkes Langkat Sadikun Winato Terkait Alkes Rp7,8 Miliar

MEDAN | Mahasiswa tergabung dalam Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (PP GAM Sumut) melaporkan dugaan korupsi/mark up Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Langkat, Dr Sadikun Winato ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (22/11/2018).

Massa PP GAM Sumut yang menggelar demo di depan Kantor Kejatisu Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan, membeberkan dugaan korupsi/Mark up yang diduga dilakukan Kadinkes Langkat Dr Sadikun Winato, saat menjabat Direktur RSU Tanjung Pura.

Dr Sadikun Winato diduga melakukan Mark up pengadaan alat kesehatan (alkes), kedokteran dan Keluarga Berencana (KB) RSU Tanjung Pura bersumber dari APBN TA 2011 senilai Rp7.827.285.000. Akibat dugaan korupsi/Mark up tersebut, kerugian negara diperkirakan Rp 3 miliar lebih.

Laporan secara resmi dugaan korupsi yang melibatkan Dr Sadikun Winato, yang disampaikan PP GAM Sumut diterima dan diKasi Intel Kejatisu, Erman Syafrudianto, sesuai
Laporan : No :037/LP/ GAM- SU /XI/2018, tanggal 22 November 2018.

Kordinator PP GAM Sumut, Ali Muksin Hasibuan didampingi Kurnia Ikhsan Lubis dan Siddik Siregar mengatakan, pihaknya menggelar demo dan melaporkan dugaan korupsi Kadinkes Langkat, Dr Sadikun Winato saat menjabat Direktur RSU Tanjung Pura.

“Kita sudah laporan secara resmi ke Kejatisu dan diterima tim Intel. Pihak Kejatisu apresiasi laporan kita dan secepatnya melakukan proses pengusutan,” kata Ali Muksin.

Ditambahkan Ali Muksin, tim Intel Kejatisu melalui Erman Syafrudianto saat menerima laporan resmi mengatakan, segera melakukan penyelidikan laporan PP GAM Sumut terkait dugaan korupsi pengadaan Alkes RSU Tanjung Pura senilai Rp7.827.285.000, dengan terlapor Kadinkes Langkat Dr Sadikun Winato yang juga mantan Direktur RSU Tanjung Pura.

Ali Muksin Hasibuan bersama Tim Intel Kejatisu Erman Syafrudianto usai melaporkan  secara resmi dugaan korupsi Kadinkes Langkat Dr Sadikun Winato

“PP GAM Sumut selaku pelapor siap dimintai keterangan oleh tim Intel Kejatisu, dalam dugaan korupsi melibatkan Dr Sadikun Winato. Dan Bupati Langkat. Dan kita siap menyerahkan dokumen dan data-data yang dibutuhkan tim Kejatisu,”sebut Ali Muksin memaparkan tanggapan Erman Syafrudianto saat menerima laporan resmi PP GAM Sumut.

Ali Muksin Hasibuan membeberkan dugaan korupsi Kadinkes Langkat, Dr Sadikun Winato saat pengadaan alkes  tahun 2011, menjabat sebagai Direktur RSU Tanjung Pura.

” Sadikun Winato sebagai Direktur RSU Tanjung Pura, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada pengadaan alkes saat itu. Beliau sangat bertanggungjawab atas dugaan Mark up uang negara tersebut. Bupati Langkat, diduga pantas terlibat selaku penanggungjawab karena kepala daerah,” ungkapnya.

Ali Muksin menjelaskan berdasarkan data dan dokumen kontrak No:447-1698/TP-APBN/RSUD/X/2011 tertanggal 7 Oktober 2011senilai Rp 7.827.285.000, diduga ada dugaan korupsi dan mark up. Dimana pelaksana pengadaan dilaksanakan CV Global Sukses alamat Jalan Sei Kera, Gang Pribadi No .42 Medan selaku pemenang tender.

Tim Intel Kejatisu saat menanggapi demo PP GAM Sumut

Dimana CV Global Sukses dengan Direkturnya, Andrianto SE sesuai dengan dokumen kontrak No: 447-1698/TP-APBN/X/2011. Diperoleh pelaksana tender CV Global Sukses diduga menggunakan surat dukungan pengadaan barang yang dikeluarkan oleh LNA Produsen alkes diduga palsu.

Dalam surat dokumen itu disebutkan LNA mendukung GE Medical System information Technologies beralamat di Amerika. Surat dukungan itu digunakan CV Global Sukses untuk pengadaan alkes di RSU Tanjung Pura tanggal 8 Juli 2009 hingga Juli 2012. Sebab dalam dokumen LNA tersebut ditandatangani Deputy LNA, Laurence Degallier pada tangal 26 Oktober 2006.

Informasinya, KPA pengadaan alkes tahun 2011 yang saat itu Direktur RSU Tanjung Pura diduga telah menerima fee dari CV Global Sukses. Dan, Andrianto Direktur CV Global Sukses, kini sedang menjalani hukuman di Rutan Tanjung Gusta Medan, terkait dugaan korupsi pengadaan alkes di RSU Perdagangan, Kabupaten Simalungun dan Aceh Tamiang.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *