Mahasiswa Demo Terkait Alkes RSU Tj Pura, Kasipenkum Kejatisu Sebut Dugaan Korupsi Kadinkes Langkat Dalam Penyelidikan Poldasu

MEDAN | Sudah sekian kali puluhan mahasiswa mengatasnamakan Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (PP GAM Sumut) menggelar unjukrasa dugaan korupsi/mark up Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Langkat, Dr Sadikun Winato ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Tidak sampai disitu, para mahasiswa juga sudah menyampaikan atau melaporkan dugaan korupsi, Kadinkes Langkat Dr Sadikun Winato, sesuai permintaan Kejatisu. Laporan secara resmi dugaan korupsi yang melibatkan Dr Sadikun Winato, yang disampaikan PP GAM Sumut diterima dan diKasi Intel Kejatisu, Erman Syafrudianto, sesuai
Laporan : No :037/LP/ GAM- SU /XI/2018, tanggal 22 November 2018.

Laporan tersebut terkait pengadaan alat kesehatan (alkes), kedokteran dan Keluarga Berencana (KB) RSU Tanjung Pura bersumber dari APBN TA 2011 senilai Rp7.827.285.000. Akibat dugaan korupsi/Mark up tersebut, kerugian negara diperkirakan Rp 3 miliar lebih.

Massa PP GAM Sumut kembali geruduk kantor Adhyaksa (Kejatisu), Jumat (11/1/2019) dengan tuntutan pengusutan dan tindaklanjut dari laporan dugaan korupsi Kadinkes Langkat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian dihadapan massa PP GAM Sumut tidak menjelaskan secara rinci tindaklanjut pengusutan dugaan korupsi Kadinkes Langkat yang telah dilaporkan secara resmi.

Mantan Kasi Pidum Kejari Binjai tu menyatakan, kasus dugaan korupsi pengadaan alkes RSU Tanjung Pura ditangani Poldasu. Dan kasusnya tahap penyelidikan.

” Penyelidikan pengadaan alkes, kedokteran dan KB RSU Tanjung Pura bersumber dari APBN TA 2011 senilai Rp7.827.285.000, saat ini dilakukan Poldasu,” sebut Sumanggar.

Kordinator PP GAM Sumut, Ali Muksin Hasibuan didampingi Kurnia Ikhsan Lubis mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan korupsi Kadinkes Langkat, Dr Sadikun Winato saat menjabat Direktur RSU Tanjung Pura. Dan Kejatisu apresiasi laporan dan secepatnya melakukan proses pengusutan. Tapi tiba-tiba Kasipenkum menyatakan Poldasu sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut.

“Terkait tanggapan yang disampaikan Kasipenkum, kami akan mendatangi dan mempertanyakan ke Poldasu. Dan mendesak bongkar dugaan korupsi dan Mark up yang terindikasi melibatkan Dr Sadikun Winato,” sebutnya.

PP GAM Sumut berunjukrasa dikantornya Kejatisu Jl AH Nasution Medan, Jumat (11/1/2019)

Dijelaskan Kurnia, Sadikun Winato sebagai Direktur RSU Tanjung Pura, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada pengadaan alkes saat itu. Beliau sangat bertanggungjawab atas dugaan Mark up uang negara tersebut.

Ali Muksin menjelaskan berdasarkan data dan dokumen kontrak No:447-1698/TP-APBN/RSUD/X/2011 tertanggal 7 Oktober 2011senilai Rp 7.827.285.000, diduga ada dugaan korupsi dan mark up. Dimana pelaksana pengadaan dilaksanakan CV Global Sukses alamat Jalan Sei Kera, Gang Pribadi No .42 Medan selaku pemenang tender.

Dimana CV Global Sukses dengan Direkturnya, Andrianto SE sesuai dengan dokumen kontrak No: 447-1698/TP-APBN/X/2011. Diperoleh pelaksana tender CV Global Sukses diduga menggunakan surat dukungan pengadaan barang yang dikeluarkan oleh LNA Produsen alkes diduga palsu.

Dalam surat dokumen itu disebutkan LNA mendukung GE Medical System information Technologies beralamat di Amerika. Surat dukungan itu digunakan CV Global Sukses untuk pengadaan alkes di RSU Tanjung Pura tanggal 8 Juli 2009 hingga Juli 2012. Sebab dalam dokumen LNA tersebut ditandatangani Deputy LNA, Laurence Degallier pada tangal 26 Oktober 2006.

Informasinya, KPA pengadaan alkes tahun 2011 yang saat itu Direktur RSU Tanjung Pura diduga telah menerima fee dari CV Global Sukses. Dan, Andrianto Direktur CV Global Sukses, kini sedang menjalani hukuman di Rutan Tanjung Gusta Medan, terkait dugaan korupsi pengadaan alkes di RSU Perdagangan, Kabupaten Simalungun dan Aceh Tamiang.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *