Dugaan Korupsi Kadinkes Langkat Sudah Dilapor ke Poldasu, Ketum PP GAM Sumut : Kami Siap Berikan Data dan Dokumen

MEDAN | Dugaan korupsi mantan Direktur RSU Tanjung Pura, Stabat, Dr Sadikun Winato, yang kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Langkat, sudah dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu.

Kadinkes Langkat, Dr Sadikun Winato dilaporkan ke Ditreskrimsus Poldasu, terkait dugaan korupsi, penyelewengan dan mark up pengadaan alat kesehatan (alkes), kedokteran dan Keluarga Berencana (KB) RSU Tanjung Pura bersumber dari APBN TA 2011 senilai Rp7.827.285.000.

Ini disampaikan, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (PP GAM Sumut), Ali Muksin Hasibuan SH, Kamis (24/1/2019), usai menggelar unjukrasa dan bertemu dengan salah seorang perwira menengah di ruang Kanit 1 Ditreskrimsus Poldasu.

” Kami tadi berunjukrasa dugaan korupsi Dr Sadikun Winato saat menjabat Direktur RSU Tanjung Pura, terkait dugaan korupsi, penyelewengan dan Mark up pengadaan alkes RSU Tanjung Pura bersumber dari APBN TA 2011 senilai Rp7.827.285.000,” sebut Ali Muksin.

Dikatakannya, saat berunjukrasa pihaknya ditemui Kompol JK Tampubolon dari bagian Humas Poldasu. Kemudian, dibawa ke Ditreskrimsus dan bertemu Iptu M Sitepu diruang Kanit 1. Dari pertemuan itu, diketahui ada laporan dugaan korupsi Alkes RSU Tanjung Pura. Namun belum diketahui sudah sampai mana proses laporannya.

“Saat bertemu Iptu M Sitepu, kami lihat ada laporan dugaan korupsi Alkes RSU Tanjung Pura. Untuk mengetahui, sudah bagaimana prosesnya, Iptu M Sitepu mengatakan, penyidiknya bertepatan sedang di Jakarta,” kata Ali Muksin.

Disinggung bagaimana sikap PP GSM Sumut, Ali Muksin Hasibuan SH menegaskan, agar kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Dr Sadikun Winato diusut tuntas, hingga sampai diadili ke pengadilan. Sebab, katanya, rekanan pengadaan Alkes RSU Tanjung Pura yakni Direktur CV. GS berinisial And masuk penjara, karena terbukti korupsi pengadaan Alkes RSUD Perdagangan Simalungun.

” Kita menduga, pengadaan alkes RSU Tanjung Pura terindikasi merugikan negara. Apalagi, rekananny berinisial And (Direktur CV.GS dipenjara karena terbukti korupsi pengadaan alkes,” ungkapnya.

Untuk mengusut dugaan korupsi pengadaan alkes RSU Tanjung Pura, kata Ali Muksin, pihaknya siap membantu dengan memberikan data dan dokumen kepada Poldasu.

Tambah Alu Muksin, terkait dugaan korupsi pengadaan alkes RSU Tanjung Pura yang diperkirakan merugikan uang negara Rp3 miliar lebih tersebut. Pihaknya, sudah berunjukrasa tiga kali ke KPK dan melaporkannta. Dan, unjukrasa ke Kejati Sumut sebanyak 7 kali, sudah membuat laporan dan diterima dan diKasi Intel Kejatisu, Erman Syafrudianto, sesuai
Laporan : No :037/LP/ GAM- SU /XI/2018, tanggal 22 November 2018.

“Saat unjukrasa dan usai melapor di KPK, kami diminta kordinasi dengan penegak hukum di Sumut. Atas dasar itu, kami (PP GSM Sumut) mendatangi Kejati Sumut dan Poldadu,” terangnya.

Diungkspkan Ali Muksin, Dr Sadikun Winato sebagai Direktur RSU Tanjung Pura, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada pengadaan alkes saat itu. Beliau sangat bertanggungjawab atas dugaan Mark up uang negara tersebut.

Ini berdasarkan data dan dokumen kontrak No:447-1698/TP-APBN/RSUD/X/2011 tertanggal 7 Oktober 2011senilai Rp 7.827.285.000, diduga ada dugaan korupsi dan mark up. Dimana pelaksana pengadaan dilaksanakan CV Global Sukses alamat Jalan Sei Kera, Gang Pribadi No .42 Medan selaku pemenang tender.

Dimana CV Global Sukses dengan Direkturnya, And SE sesuai dengan dokumen kontrak No: 447-1698/TP-APBN/X/2011. Diperoleh pelaksana tender CV Global Sukses diduga menggunakan surat dukungan pengadaan barang yang dikeluarkan oleh LNA Produsen alkes diduga palsu.

Dalam surat dokumen itu disebutkan LNA mendukung GE Medical System information Technologies beralamat di Amerika. Surat dukungan itu digunakan CV Global Sukses untuk pengadaan alkes di RSU Tanjung Pura tanggal 8 Juli 2009 hingga Juli 2012. Sebab dalam dokumen LNA tersebut ditandatangani Deputy LNA, Laurence Degallier pada tangal 26 Oktober 2006.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *