Dari 84, Hanya 2 Pasien RSUP Dr Pirngadi Yang Bisa Coblos

MEDAN | Kepala Humas RSUP Dr Pirngadi Medan Sebanyak, Edison Perangin-angin (foto) kepada wartawan, Rabu (17/4/2019) mengatakan, sebanyak 82 pasien yang dirawat tidak menggunakan hak pilihnya atau golput, karena tidak memiliki surat A5.

“Awalnya jumlah pasien yang memiliki hak suara ada 153 pasien. Namun saat dilakukan penghitungan kembali pada tanggal 16 April 2019 ternyata jumlah pasien berkurang menjadi 84 pasien,” sebut Edison di RSUP Dr Pirngadi Medan Jalan Profesor HM.Yamin Medan.

Kemudian pihak rumah sakit melakukan sosialisasi agar para pasien yang ada hak pilihnya membawa A5 pada tanggal 17 April 2019 untuk bisa menggunakan hak pilihnya.

Tetapi tepat tanggal 17 April 2019 atau hari ini para pasien hanya 2 orang yang mengggunakan hak pilihnya, sementara 82 diantaranya tidak memilih karena tidak punya A5.

“Pasien yang memilih itu adalah pasien kanker di lantai 6. Namanya kita tidak bisa beritahukan karena wewenang KPU, Pirngadi tidak berhak untuk itu. Kita sudah memberitakuan dan sosialisasi kepada apasien mengurus A5 terakhir tanggal 10 April jauh-jauh hari,” ungkapnya.

Dikatakannya, saat pelaksaanaan pemungutan suara di RSUP Pirngadi hadir Kabid, dan Kasi Pelayanan Risma dan Ester Pinem, kemudian kepala rawat inap, dan juga Kepala Humas Edison dan dari KPU sebanyak 2 orang beserta aparat kepolisian.

Edison mengatakan, rata-rata pasien tidak mencoblos karena tidak ada A5. “Mereka tidak ada A5 jadi tidak diperbolehkan mencoblos, kita sudah sosialisasi bahkan semalam pun kita terus sosialisasikan,” ucapnya.

Salah seorang pasien, Rotua mengaku, tidak ada A5 karena ia baru menerima surat undangan tanggal 16 April jadi tidak sempat mengurus A5 apalagi batas akhir tanggal 10 April lalu. Ia mengaku kecewa tidak ada dispensasi buat pasien untuk bisa mencoblos.

Bahkan ia sebagian diluar kamarnya di ruang mawar berharap KPU datang dan ia bisa menggunakan hak pilihnya. “Saya ingin memilih, kenapa tidak ada dispensasi, kami lama kali dibagi undangan memilih,” ungkap Rotua yang masuk rumah sakit tanggal 14 April 2019 karena sakit gula.

Kendati demikian ia berharap agar yang terpilih bisa menjadikan Indonesia sejahtera dan lebih maju.KM-red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *