3 Korban Tewas Ledakan Grand Polonia Teridentifikasi , Balita Selamat dan Dirawat di RS

Lagi, Tim SAR Temukan Korban Tewas yang Ketiga Akibat Ledakan Rumah Mewah Grand Polonia

Tim gabungan melakukan evakuasi korban tewas akibat ledakan di Grand Polonia Medan, Selasa (21/7/2026). (Foto. KMC)

koranmonitor – MEDAN | Tim gabungan telah berhasil mengevakuasi tiga korban meninggal (tewas) tertimbun puing-puing bangunan, akibat ledakan yang terjadi di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia.

Berdasarkan identifikasi ketiga korban itu bernama Jesika, Ros dan Sinta. Jesika merupakan istri pemilik rumah, sementara dua lainnya merupakan asisten rumah tangga (ART) asal NTT dan babysitter asal Kabupaten Nias Selatan (Nisel).

“Tiga jasad korban ledakan itu ditemukan di lantai II rumah bernomor 3B, persis di bawah reruntuhan bangunan,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan, Hery Marantika, Rabu (22/7/2026).

Dia mengungkapkan, tim gabungan juga berhasil menyelamatkan tiga korban luka-luka lainnya, termasuk seorang balita berusia 2 tahun yang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

“Korban selamat terdiri atas Jeavelin, Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir atas nama Yuda,” ungkapnya.

Kata dia, etelah semua jasad ditemukan proses evakuasi pasca terjadinya ledakan itu dihentikan.

Diketahui, penyebab ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara Kecamatan Medan Polonia pada Senin (20/7), terjadi perbedaan pendapat.

Di lokasi kejadian, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak sebelumnya mengatakan, berdasarkan investigasi awal ledakan disebabkan adanya kebocoran pipa gas tanam yang berada di dalam rumah

“Hasil investigasi awal kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya pipa gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, sumber ledakan karena kebocoran pipa gas tanam itu berasal dari dalam rumah nomor 3B hingga mengakibatkan sejumlah rumah warga lainnya ikut terdampak akibat terkena serpihan.

Sementara, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan menyebutkan, hasil deteksi gas yang dilakukan disaksikan pihak eksternal berwenang di lokasi atau rumah yang menjadi sumber ledakan menunjukkan angka 0 PPM atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi).

“Saat tim PGN telah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian,” pungkasnya. KM-ded/R

Exit mobile version