koranmonitor – JAKARTA | Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, Rabu (28/1/2026).
Laporan tersebut memuat evaluasi dan prospek perekonomian global serta domestik, termasuk pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia sepanjang 2025 dan arah bauran kebijakan pada 2026.
Peluncuran LPI 2025 merupakan bentuk transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 58 ayat (7) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
LPI 2025 diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel dan berkualitas mengenai perkembangan serta prospek perekonomian Indonesia, sinergi bauran kebijakan nasional, serta arah kebijakan Bank Indonesia ke depan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan tiga pesan utama dalam laporan tersebut, yakni optimisme, komitmen, dan sinergi. Menurutnya, optimisme perlu terus dibangun dan diperkuat guna menopang prospek perekonomian nasional.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan berada pada kisaran 4,7–5,5 persen, kemudian meningkat menjadi 4,9–5,7 persen pada 2026, dan terus menguat ke level 5,1–5,9 persen pada 2027. Sementara itu, stabilitas harga diproyeksikan tetap terjaga dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.
Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat bauran kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas. Selain itu, penguatan sinergi menjadi kunci utama, terutama pada lima area strategis, yakni memperkuat stabilitas perekonomian, mendorong sektor riil melalui hilirisasi sumber daya alam dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan pembiayaan perekonomian, serta mengakselerasi digitalisasi.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mempererat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah serta otoritas terkait guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan, sembari tetap mewaspadai berbagai gejolak dan ketidakpastian global beserta dampak rambatannya terhadap perekonomian domestik.
Laporan Perekonomian Indonesia 2025 dapat diakses dan diunduh dalam format digital melalui situs resmi Bank Indonesia. KMC/fah/R

