Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan mendatangi lokasi penambangan emas ilegal di Tapsel - Madina, Selasa (3/3/2026). (Foto. KMC)
koranmonitor – MEDAN | Praktik penambangan emas ilegal di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) – Mandailing Natal (Madina), ternyata sangat menggiurkan.
Dalam sehari beroperasi, mampu memberikan keuntungan Rp 600 juta. Namun, dampak yang ditimbulkan merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.
Waka Polda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, dalam sehari pemilik tambang meraup omzet Rp 600 juta.
Jumlah minimal itu diperoleh karena mereka memiliki 6 lubang tambang dengan rincian, 4 di Kabupaten Tapsel dan 2 di Madina.
Dalam 1 lubang, diperkirakan menghasilkan 100 gram emas, dengan pasaran emas batangan lokal (Cukim) saat ini laku Rp 2,6 juta per gramnya.
Untuk area tambang, berada di 2 kabupaten yang hanya dipisahkan sungai.
“Informasi awal yang kami peroleh bahwa memang satu titik yang ada di kegiatan tersebut, itu bisa menghasilkan lebih kurang 100 gram emas ilegal, ya. Satu titik, ya.
Sementara ini ada beberapa titik. Itu satu hari, rekan-rekan sekalian,” kata Brigjen Pol Sonny Irawan, Selasa (3/3/2026).
Sonny menyebut, hasil penyelidikan sementara, aktivitas penambangan sudah beroperasi sekitar 2 atau 3 bulan.
Awalnya, area tambang hanya di Kabupaten Madina, dan berkembang Tapsel karena areanya hanya berbatasan sungai.
Untuk di Mandailing Natal diperkirakan sudah beroperasi 2-3 bulan, dan di Tapsel sekitar 2 pekan.
“Sebelumnya, ini sudah berlangsung di wilayah Mandailing Natal. Sudah ada lebih kurang 2-3 bulan di Mandailing Natal, kemudian mereka melakukan ekspansi ke wilayah Tapanuli Selatan, ya,” sebutnya
Sebelumnya, Tim gabungan Sat Brimob Polda Sumut, dan Ditreskrimsus Polda Sumut menindak tambang emas ilegal yang ada di pinggir sungai Batang Gadis, perbatasan Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal.
Dalam operasi yang melibatkan sekitar 200 lebih personel Sat Brimob, sebanyak 14 ekskavator diamankan.
Alat berat diamankan dari 2 lokasi berbeda dengan rincian, 12 di area tambang, dan 2 lagi dalam perjalanan menuju lokasi.
Kemudian 17 orang yang masih sebagai saksi turut diamankan. KM-ded/R

