BI dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Jangkau 4 Pulau di Sumut dan Aceh

koranmonitor – MEDAN | Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), didukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, 27 Oktober hingga 1 November 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperluas layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.

Ekspedisi yang menjadi penutup rangkaian ERB secara nasional pada 2026 ini menjangkau empat pulau, yakni Pulau Sembilan dan Pulau Kampai di Sumatera Utara, serta Pulau Pusong dan Pulau Sabang di Aceh. Tim ekspedisi diberangkatkan dari Belawan dan dijadwalkan mengakhiri perjalanan di Pulau Sabang.

Secara nasional, ERB 2026 dilaksanakan sebanyak 19 kali dengan jangkauan 96 pulau di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Indonesia. Program ini merupakan bentuk sinergi BI dan TNI AL untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ekspedisi kali ini menggunakan KRI Bung Karno-369 dengan melibatkan 25 personel yang disebut Pejuang Rupiah. Mereka berasal dari sejumlah kantor perwakilan BI dan satuan kerja di Kantor Pusat BI.

Selama ekspedisi, tim memberikan layanan penukaran uang Rupiah yang lusuh atau tidak layak edar dengan uang layak edar dalam pecahan sesuai kebutuhan masyarakat. Layanan ini diharapkan mendukung kelancaran transaksi tunai, khususnya bagi nelayan, pedagang, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah kepulauan.

Selain penukaran uang, tim juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah sekaligus mendorong masyarakat merawat uang agar tetap layak edar.

Seremoni pelepasan Tim ERB 2026 berlangsung di Markas Komando Komando Daerah Angkatan Laut (Mako Kodaeral) I, Belawan, Medan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara Basarin Yunus Tanjung yang mewakili gubernur, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI M. Anwar Bashori, Komandan Kodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana, serta Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa.

Dalam kesempatan itu, M. Anwar Bashori menegaskan komitmen BI untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah hingga pelosok negeri.

Menurutnya, kerja sama dengan TNI AL menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan distribusi dan pelayanan uang Rupiah, sekaligus memperkuat peran Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan negara.

Sementara itu, Ameriza M. Moesa mengatakan, kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat yang beragam membutuhkan pendekatan pelayanan yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah. Karena itu, ERB melengkapi distribusi uang Rupiah melalui perbankan dan layanan kas keliling yang belum sepenuhnya mampu menjangkau wilayah kepulauan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengapresiasi sinergi BI dan TNI AL dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat. Dukungan pemerintah daerah dan berbagai mitra diharapkan memperlancar pelaksanaan ekspedisi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.

Melalui ERB 2026, BI mengajak pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan keuangan, terutama di wilayah 3T.

Ketersediaan uang Rupiah yang layak edar diharapkan dapat mendukung kelancaran transaksi serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. KM-fah/R

Exit mobile version