Bukan Sekedar Manggung, Rudi Property Bangkitkan Lagi Denyut Musik Binjai Dari Cafe Ke Cafe

Bukan Sekedar Manggung, Rudi Property Bangkitkan Lagi Denyut Musik Binjai Dari Cafe Ke Cafe

Bukan Sekedar Manggung, Rudi Property Bangkitkan Lagi Denyut Musik Binjai Dari Cafe Ke Cafe

koranmonitor – BINJAI | Denting gitar, hentakan drum dan suara vokal menggema dari Cafe Orign di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Binjai Timur, Selasa malam (11/8/2026). Namun, malam itu bukan sekadar pertunjukan musik biasa.

Empat band lokal – Flodie, Anasthasia, KM 20 dan Little Je – bergantian mengambil posisi di atas panggung. Mereka tampil dengan karakter masing-masing, mengolah vokal dan memainkan instrumen untuk menghibur penikmat musik yang hadir.

Di balik riuhnya panggung tersebut, ada sebuah semangat yang lebih besar: menjaga agar musik lokal Kota Binjai tidak kehilangan ruang untuk tumbuh.

Gerakan itu dilakukan melalui roadshow komunitas band yang menyambangi kafe-kafe di berbagai penjuru Kota Binjai. Dari satu panggung ke panggung lainnya, para musisi lokal diberikan ruang untuk tampil, berkarya dan memperkenalkan kemampuan mereka.

Salah satu sosok yang konsisten berada di balik gerakan tersebut adalah Rudi, yang akrab disapa Rudi Property.

Bagi kalangan tertentu di dunia musik Binjai, nama Rudi bukan sosok baru. Ia pernah menjadi vokalis salah satu band di Kota Binjai dan merasakan langsung bagaimana kehidupan panggung musik lokal pada masanya.

Kini, Rudi kembali mendekati dunia musik dengan peran berbeda. Ia tidak lagi berdiri sebagai vokalis di depan panggung, melainkan memilih memberikan dukungan kepada band-band yang masih berjuang mempertahankan eksistensinya.

“Saya terus support band-band yang ada di tanah kelahiran saya sendiri demi melanjutkan bakat dan berekspresi dalam musik,” ujar Rudi di sela kegiatan.

Menurutnya, dukungan terhadap musisi lokal merupakan bagian dari upaya menjaga agar bakat anak-anak Binjai tetap memiliki tempat untuk berkembang.

“Dulu saya vokalis di salah satu band Binjai pada masa itu. Saat ini saya hanya bisa support teman-teman band sekaligus menyalurkan hobi yang dahulu,” katanya.

Apa yang dilakukan Rudi mendapat apresiasi dari Owner Cafe Orign sekaligus anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi NasDem, H. Matsyah.

Ia menyampaikan penghargaan kepada para musisi yang hingga kini masih konsisten bermain dan berkarya di Kota Binjai.

“Terima kasih dan apresiasi kepada para pemain band yang bisa terus tampil di kafe saya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bung Rudi Property yang terus men-support pemain band Kota Binjai dari dulu hingga kini,” ujar Matsyah.

Menurutnya, keberadaan band lokal harus terus dipertahankan karena musik bukan hanya persoalan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kreativitas dan bagian dari kehidupan seni di daerah.

Ia berharap panggung-panggung bagi musisi lokal terus tersedia sehingga regenerasi tidak terputus.

“Kita jaga kelestarian band-band yang ada di kota ini, sembari juga dapat menyalurkan bakat-bakat generasi baru serta menjaga kelestarian seni dan budaya yang ada di Kota Binjai,” tambahnya.

Roadshow komunitas band dari kafe ke kafe tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda pertunjukan. Ia menjadi ruang pertemuan antara musisi senior, pemain band yang sedang berkembang dan generasi baru yang mulai mengenal dunia musik.

Dari panggung-panggung sederhana itulah ekosistem musik lokal terus dirawat.

Rudi Koplok pernah berdiri di depan mikrofon. Kini ia memilih berada di belakang panggung, memastikan musisi lain tetap memiliki kesempatan untuk tampil.

Sebab bagi mereka, musik Binjai bukan sekadar masa lalu.

Musik Binjai harus terus hidup, dari satu panggung ke panggung berikutnya.KM-Nasti

Exit mobile version