Puskesmas di Aceh Selatan maksimalkan penanganan korban keracunan Pelajar dirawat diduga keracunan makanan di Puskesmas Ujong Padang Rasian. (Foto. KMC)
koranmonitor – BANDA ACEH | Puskesmas Ujung Padang Rasian memaksimalkan penanganan terhadap korban, yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Selatan.
Kepala Puskesmas Ujung Padang Rasian, Mariamah, di Aceh Selatan, Minggu (1/3/2026), mengatakan pihaknya memperkuat tim medis untuk mempercepat penanganan pasien yang masih dirawat.
“Kami memaksimalkan penanganan korban. Selain dokter umum dan tenaga kesehatan yang ada, kami juga mendatangkan dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Yuliddin Away Tapaktuan,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 18 siswa dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis pada Jumat (27/2) sore.
Dari 18 siswa tersebut, 13 orang menjalani rawat inap, sedangkan lima lainnya diperbolehkan pulang. Jumlah pasien kemudian bertambah dua orang pada Sabtu (28/2).
Menurut Mariamah, dua pasien tambahan tersebut baru datang ke puskesmas sehari setelah mengonsumsi MBG karena mengalami sakit perut.
“Gejala keracunan dua pasien ini setelah menyantap makanan MBG pada Jumat malam tidak langsung ke puskesmas. Mereka datang keesokan harinya karena sakit perut,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan menetapkan kasus dugaan keracunan tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Faizah Abbas, mengatakan kasus tersebut merupakan yang pertama di daerah itu terkait dugaan keracunan program MBG.
“Kasus ini kami kategorikan sebagai kejadian luar biasa atau KLB. Ini yang pertama di Aceh Selatan terkait dugaan keracunan MBG,” ujarnya.
Faizah menyebutkan, 18 anak mendapatkan perawatan, dengan 13 di antaranya menjalani rawat jalan dengan gejala mual, muntah, dan sakit perut.
Berdasarkan keterangan awal, gejala muncul tidak lama setelah siswa mengonsumsi mi, bakso, dan es kacang.
Secara medis, para siswa didiagnosis mengalami observasi muntah hebat (obs vomitur) serta urtikaria, yakni reaksi alergi berupa bentol kemerahan dan gatal.
Menurut Faizah, kombinasi gejala tersebut mengarah pada dugaan keracunan makanan atau reaksi alergi akut.
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut berasal dari Yayasan Ruang Kito Basamo melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan juga telah menginspeksi dapur produksi SPPG. Berdasarkan hasil peninjauan awal, fasilitas tersebut belum mengantongi sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS).
Kepala SPPG Ujung Padang Asahan, Isfulriza Yanda, menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan para siswa yang terdampak.
“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Jika ada kelalaian, tentu akan menjadi evaluasi serius. Namun, kami tetap menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan,” katanya. KMC/R

