Jelang Rilis Data Inflasi AS, Rupiah dan IHSG Ditransaksikan Melemah

oleh -3 views
Waspadai Perlambatan Ekonomi AS, Pelaku Pasar Akan Banyak Mengambil Posisi Wait And See
Gunawan Benyamin

koranmonitor – MEDAN | Imbal hasil US Treasury menunjukan kinerja yang lebih tinggi, dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

Kinerja mata uang Rupiah berpeluang kembali mengalami tekanan. Rupiah berpeluang melemah dan menguji level Rp16.300 per US Dolar pada perdagangan hari ini.

“Rupiah sendiri pada sesi perdagangan pagi ditransaksikan melemah di kisaran level Rp16.290 per US Dolar,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (11/6/2024).

Disisi lainnya, katanya, kinerja IHSG ditransaksikan mengalami pelemahan pada sesi perdagangan pagi. IHSG ditransaksikan melemah di area psikologis 6.900. Selain IHSG, sejumlah bursa di Asia juga mengalami pelemahan yang cukup dalam. Bursa China yakni Hang Seng dan Shanghai serta ASX (australia) mengalami koreksi yang paling besar diantara bursa lainnya.

Tambahnya, pelaku pasar tengah menanti rilis data inflasi di China yang akan menggerakkan bursa di Asia pada perdagangan hari ini. Disisi lain, pelaku pasar juga sangat berhati hati menjelang rilis data inflasi AS pada malam nanti. Karena data inflasi AS berpeluang memberi kejutan bagi pasar keuangan. Yang bisa memicu terjadinya tekanan ataupun dorongan penguatan pada paar keuangan di perdagangan besok.

Sementara itu, harga emas ditransaksikan lebih tinggi pada perdagangan pagi ini. Harga emas ditransaksikan di level $2.302 per ons troy. “Pada dasarnya kinerja harga emas di pasar Asia lebih rendah dibandingkan dengan saat emas ditransaksikan di pasar Amerika. Emas juga masih menanti arah data inflasi AS yang menjadi acuan kinerja selanjutnya,” terangnya. KMC