EKONOMI

Saham Emiten Perkebunan Sawit Membaik, Rupiah dan IHSG Hingga Harga Emas Menguat

KETIDAKPASTIAN masih membayangi kinerja pasar keuangan. Sejumlah sentimen eksternal masih belum mampu mengkonfirmasi arah kebijakan suku bunga acuan global.

Data ketenagakerjaan di AS yang baru dirilis menunjukan, bahwa sektor ketenagakerjaan masih akan tetap mendorong kemungkinan Bank Sentral AS menaikkan bunga acuannya. Dan pelaku pasar masih menanti rilis data inflasi yang akan menjadi katalis pasar selanjutnya.

Data inflasi tersebut telah memicu terjadinya penurunan pada mayoritas bursa saham di Asia. Namun berbeda dengan IHSG yang ditutup di zona positif selama dua hari perdagangan terakhir, dan pada hari ini IHSG ditutup naik 0.47% di level 6.811,90. Dan IHSG sendiri selama sesi perdagangan hari Rabu ini, mampu diperdagangkan di teritori positif sejak sesi pembukaan.

Sementara itu, penurunan harga sawit (CPO) yang terjadi belakangan ini telah memicu penurunan kinerja sejumlah emiten perkebunan (sawit) di bursa saham. Jika membandingkan harga dalam satu bulan terakhir perdagangan, sejumlah saham seperti AALI, LSIP, SGRO, MGRO dan sejumlah emiten berbasis perkebunan sawit lainnya masih membukukan kinerja negatif.

Meskipun di beberapa hari perdagangan terakhir mengalami pemulihan. Dan harga CPO sendiri dalam satu bulan terkahir sempat diperdagangkan di level terendah, dikisaran 3.300 ringgit per ton. Dan saat ini harga CPO ditransaksikan dikisaran level 3.734 ringgit per ton nya. Jadi fluktuasi pada harga saham sawit belakangan ini bergerak beriringan dengan harga komoditas CPO itu sendiri.

Disisi lainnya, kinerja mata uang rupiah juga masih mampu bergerak stabil dikisaran Rp14.719 per US Dolar. Rupiah mampu menguat tipis terhadap US Dolar. Mata uang US Dolar sendiri masih diselimuti oleh banyak kabar negatif, yang menempatkan pemerintah AS dalam posisi sulit. Dimana AS akan dihadapkan kepada dilema, apakah akan menaikkan bunga acuan lagi atau justru berhadapan dengan resesi.

Dan seiring dengan masih berlanjutnya krisis perbankan di AS, harga emas dunia bergerak cukup stabil selama perdagangan di pekan ini. Harga emas masih mampu bertahan di atas $2.000 per ons troy, dan sejauh ini masih mampu bertahan dikisaran $2.030 per ons troy, atau dikisaran 963 ribu per gramnya.(Penulis: Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara)

admin

Recent Posts

Pertamina Jamin Stok BBM Cukup, Distribusi ke SPBU Ditargetkan Normal dalam 3 Hari

koranmonitor - MEDAN | PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk…

56 tahun ago

Banjir Lumpuhkan Medan, Wali Kota Jelaskan Gangguan Listrik dan BBM

koranmonitor - MEDAN | Kota Medan dilanda bencana banjir besar menyusul cuaca buruk yang terjadi…

56 tahun ago

Sering Digerebek, Barak Narkoba Dipinggiran Rel Desa Serba Masih Tetap Beroperasi

koranmonitor - SUNGGAL | Desakan warga untuk penindakan tegas terhadap aktivitas peredaran narkoba di kawasan…

56 tahun ago

BI Pastikan Layanan Pembayaran di Sibolga dan Tapteng Tetap Berjalan di Tengah Banjir dan Longsor

koranmonitor - MEDAN | Bank Indonesia (BI) menyampaikan keprihatinan dan empati atas musibah banjir dan…

56 tahun ago

Bencana di Sumut : 1.076 Korban, 147 Meninggal Dunia, 174 Dalam Pencarian

koranmonitor - MEDAN | Bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) menyisakan duka mendalam.…

56 tahun ago

Penuh Haru dan Simpatik Bhayangkari Tapsel Menyusui Bayi Terpisah dari Ibunya

koranmonitor - TAPSEL | Suasana haru terlihat ketika seorang anggota Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan (Tapsel)…

56 tahun ago