koranmonitor – BINJAI | Pemadaman listrik yang terjadi selama beberapa jam di wilayah Kecamatan Binjai Barat memicu keluhan dari masyarakat. Warga menilai tidak adanya pemberitahuan dari pihak PT PLN (Persero) Rayon Binjai Barat membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu, terutama karena terjadi menjelang salat Jumat dan waktu persiapan berbuka puasa, Jumat (6/3/2026).
Sejumlah kawasan yang terdampak pemadaman di antaranya Jalan Umar Baki, Jalan Gatot Subroto, serta Jalan Samanhudi. Aliran listrik dilaporkan padam sejak sekitar pukul 12.00 WIB dan baru dalam proses pemulihan menjelang sore hari.
Bagas (34), warga Kelurahan Sukaramai, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan pemadaman yang terjadi tanpa informasi sebelumnya menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan air dan persiapan ibadah.
“Lampu mati dari jam 12 siang sampai sekitar jam 5 sore belum juga hidup. Mau bersiap salat Jumat dan menyiapkan buka puasa jadi terkendala,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya dapat diantisipasi apabila pihak penyedia layanan listrik memberikan informasi lebih awal kepada masyarakat. Ia menilai transparansi informasi sangat penting agar warga bisa menyesuaikan aktivitas mereka.
“Kalau ada pemberitahuan sebelumnya, masyarakat bisa bersiap. Tapi ini tidak ada informasi sama sekali, baik dari pengumuman resmi maupun media sosial,” keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang merasa terganggu dengan pemadaman listrik di waktu yang dianggap cukup krusial selama bulan Ramadan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala PT PLN (Persero) Rayon Binjai Barat, Andreas Frans, membenarkan adanya gangguan pada jaringan distribusi listrik di wilayah tersebut.
“Ada gangguan di jaringan kami dan saat ini sedang dilakukan pengecekan serta penanganan di lapangan,” ujar Andreas saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Ia menjelaskan bahwa gangguan tersebut dipicu oleh faktor eksternal yang menyebabkan sistem distribusi listrik mengalami masalah.
“Gangguan terjadi karena kabel wifi mengenai trafo kami sehingga menyebabkan aliran listrik terputus,” jelasnya.
Pihak PLN saat ini tengah melakukan proses perbaikan serta pemulihan jaringan secara bertahap agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.
“Kami sedang melakukan pemulihan bertahap dan berupaya agar listrik bisa kembali menyala sebelum waktu berbuka puasa,” tambahnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya komunikasi yang cepat dan transparan dari penyedia layanan publik kepada masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan yang berdampak langsung pada aktivitas warga.KM-Nasti

