koranmonitor – MEDAN | Pergerakan pasar keuangan global dan domestik menunjukkan dinamika beragam pada perdagangan Selasa (31/3/2026).
Harga minyak mentah dunia jenis Brent tercatat masih bertahan stabil di kisaran 105 dolar AS per barel, relatif tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga emas dunia terus melesat dan mendekati level psikologis 4.600 dolar AS per ons troy. Pada sesi perdagangan pagi, harga emas tercatat menguat di kisaran 4.596 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp2,52 juta per gram.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah mengalami tekanan dan ditransaksikan melemah ke level Rp16.992 per dolar AS. Dengan posisi tersebut, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp17.000 per dolar AS dalam waktu dekat.
Kondisi ini diperkirakan akan bertahan sementara waktu sambil menunggu sentimen ekonomi berikutnya yang dapat memengaruhi arah pergerakan mata uang domestik.
Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka menguat di level 7.122. Namun, dalam perjalanannya IHSG bergerak ke zona merah meskipun dengan pelemahan yang relatif terbatas.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi sentimen utama yang menekan pasar saham.
“Situasi di Timur Tengah masih menjadi sentimen yang membuat kinerja IHSG kerap mengalami tekanan belakangan ini. Meski demikian, penguatan mayoritas bursa saham Asia turut menahan laju koreksi IHSG,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Secara regional, pasar keuangan Asia mendapat sentimen positif dari rilis data manufaktur China yang kembali berada di zona ekspansif dengan indeks sebesar 50,4.
Meski begitu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik global, khususnya terkait meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Rencana serangan darat yang menjadi isu utama dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik dalam jangka pendek dan memengaruhi pergerakan pasar keuangan global. KMC/R
