HEADLINE

Kadis Pendidikan Kabupaten Madina Ditangkap, Dugaan Suap Seleksi P3K

koranmonitor – MEDAN | Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), DS dikabarkan kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Sumut.

Penangkapan atas dugaan suap seleksi masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) di Kabupaten Madina.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi, mengakui Kadis Pendidikan Kabupaten Madina diamankan Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

“Info terbaru betul (diamankan),” ujar Hadi, Kamis (4/12/2024).

Namun, Hadi belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh, karena kasusnya masih dalam penyelidikan.

“Saat ini dalam penyelidikan Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut,” tandas Hadi.

Sementara itu Founder Madina Care, Wadih Al-Rasyid mengapresiasi kerja tim Tipikor Polda Sumut, yang mengamankan Kadis Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dollar Haprianto, Kamis (4/1/2024).

Wadih menilai kinerja dari Tim Tipikor Polda Sumut ini merupakan reaksi cepat dari laporan-laporan yang disampaikan oleh masyarakat terkait kisruhnya penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Madina.

“Kita apresiasi langkah cepat tim Tipikor yang turun langsung ke Madina dan mengamankan Kadis Pendidikan. Ini menunjukkan citra polri semakin baik dan membuktikan dengan kerjanya,” ungkap Wadih.

Wadih pun berharap dengan diamankan Kadis Pendidikan Madina ini akan membuka tabir kecurangan – kecurangan yang terjadi dalam proses penerimaan PPPK di Madina. Sehingga terwujud transparansi seperti yang diharapkan oleh semua peserta penerimaan PPPK.

“Niat awal kita semua adalah tranparansi. Adanya dugaan kecurangan ini yang membuat kita bergerak hingga melapor ke Bareskrim Polri beberapa waktu lalu. Jika memang sudah diamankan, kita apresiasi betul kinerja Polri untuk membuktikan,” tegasnya aktivis HMI ini.

Wadih pun berharap, usai diamankannya Kadis Pendidikan Madina ini akan terbuka jelas oknum-oknum lain yang diduga terlibat kecurangan tersebut. Sehingga para guru honorer yang merasa dicurangi bisa merasa lega dan perjuangan mereka merasa dipandang dan dihargai di bumi Gordang Sembilan ini.

“Bersalah atau tidak itu urusan penyidik nanti. Mereka yang akan membuktikannya. Namun, dengan diamankannya salah satu oknum kadis itu, membuktikan adanya dugaan kecurangan yang berpotensi pidana,” jelasnya. KM-fad/red

admin

Recent Posts

Rico Waas: Percepat Evakuasi Warga Korban Banjir

koranmonitor - MEDAN | Hujan deras yang mengguyur kota Medan beberapa hari terakhir akhirnya mereda.…

56 tahun ago

BI Sumut Gelar Pertemuan Tahunan BI 2025, Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

koranmonitor - MEDAN | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara mengikuti secara bersama…

56 tahun ago

Gary Iskak Meninggal Dunia Usai Kecelakaan

koranmonitor - JAKARTA | Aktor Gary Iskak dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (29/11/2025) setelah mengalami…

56 tahun ago

Wakapolda Sumut Tinjau Dua Posko Pengungsian Banjir, Pastikan Penanganan Berjalan Cepat dan Humanis

koranmonitor - LANGKAT | Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Rony Samtana mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu…

56 tahun ago

Banjir Surut, Warga Medan Bertahan Hidup Tanpa Aliran Listrik: PLN Diminta Beri Kompensasi!

koranmonitor - MEDAN | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Medan dan Sumatera Utara (Sumut) mengakibatkan…

56 tahun ago

Gubsu Tinjau Pengungsi Di Tapteng, Prioritaskan Kebutuhan Anak-Anak dan Perempuan

koranmonitor - TAPTENG | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution tiba di Bandara Pinangsori, Kabupaten Tapanuli…

56 tahun ago