HEADLINE

Polisi Tembak Kedua Kaki Pembakar Istri

MEDAN | Personel Reskrim Polsek Percut Sei Tuan tembak kedua kaki berinisial N 21), pelaku pembakar istrinya, Senin (2/2/2021).

“Ketika kita tangkap tersangka memberikan perlawanan dan menyerang petugas sehingga terpaksa kita beri tindakan tegas terukur ke kaki tersangka,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja melalui Kanit Reskrim Iptu Jhon Harto Panjaitan.

Disebutnya, penangkapan tersangka berkat kerja keras personel Reskrim Polsek Percut Sei Tuan. Tersangka kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Menurutnya, tersangka sempat diamankan warga dan akhirnya berhasil kabur, setelah ayah pelaku datang membawa parang dan mengancam warga. Namun, polisi akhirnya berhasil mengamankan tersangka.

Sebelumnya, tersangka tega membakar istrinya Rani Anggraini (20) di dalam rumahnya Jalan Beringin Pasar VII Gang Rambutan, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Minggu (31/1/2021) sekira pukul 01.00 WIB.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut terjadi, karena adanya isu perselingkuhan.

Sementara, kakak tersangka, Yuliana (35) yang juga kakak ipar korban menyebutkan, lokasi pembakaran itu terjadi di rumahnya.

Korban (Rani) sudah selama sebulan terakhir tinggal di rumahnya.

“Karena dia (Rani) kan kerja di dekat sini, jadi ia tinggal di sini. Keduanya juga sering bertengkar,” sebutnya di kediamannya.

Menurut Yuliana, kejadiannya bermula ketika korban berjumpa dengan suaminya di pinggiran rel kereta api yang tak jauh dari rumahnya, Sabtu (30/1/2021) malam.

Saat korban bertemu dengan suaminya, terjadi cekcok mulut. Tidak berapa lama kemudian, korban kembali ke rumahnya.

“Di situ dia cerita dimarahi sama suaminya,” sebut Yuliana.

Selanjutnya, pada Minggu (31/1/2021) suaminya datang menyusul ke rumahnya sambil menenteng bensin bersama seorang perempuan berinisial A (14).

“Nggak lama datanglah bawa bensin, manggil si Rani, ditunjangnya pintu. Terus bilang ke istrinya, Ran, kau nggak mau pulang,” kata Yuliana.

Keduanya kemudian cekcok mulut. Tersangka menuduh istrinya selingkuh dengan abangnya.

“Bagus kali kau ya ada bermain sama abang satu darahku,” kata kakak ipar korban menirukan perkataan tersangka.

Tersangka menjambak korban dan menyeretnya dari kamar tidur ke ruang tamu.

“Kami sempat melerai, tapi pelaku dengan beringas menyiramkan bensin ke sekujur tubuhnya. Ku bakar ini, kata si Nanda sambil menghidupkan mancis dan membakar korban, menyambarlah apinya,” beber Yuliana.

Melihat korban menggelupur terbakar, Yuliana dan suaminya lalu berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Kami sibuk matikan api. Karena saya kan memiliki anak kecil. Heboh lah. Api udah penuhi rumah, kami cepat-cepat memadamkan api,” imbuhnya.

Sementara, warga lain sempat mengamankan pelaku, tapi akhirnya bisa lolos sebelum dibekuk polisi.KM-vh/mora

admin

Recent Posts

Banjir Medan: 85.591 Warga Mengungsi di 305 Lokasi, Pemko Fokus Evakuasi dan Logistik Pengungsi

koranmonitor - MEDAN | Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat penanganan darurat banjir besar yang…

56 tahun ago

Pasokan Terganggu, Harga Pangan di Sumut Kembali Naik

koranmonitor - MEDAN | Dari pemantauan langsung ke pasar tradisional, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak…

56 tahun ago

Pertamina Jamin Stok BBM Cukup, Distribusi ke SPBU Ditargetkan Normal dalam 3 Hari

koranmonitor - MEDAN | PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk…

56 tahun ago

Banjir Lumpuhkan Medan, Wali Kota Jelaskan Gangguan Listrik dan BBM

koranmonitor - MEDAN | Kota Medan dilanda bencana banjir besar menyusul cuaca buruk yang terjadi…

56 tahun ago

Sering Digerebek, Barak Narkoba Dipinggiran Rel Desa Serba Masih Tetap Beroperasi

koranmonitor - SUNGGAL | Desakan warga untuk penindakan tegas terhadap aktivitas peredaran narkoba di kawasan…

56 tahun ago

BI Pastikan Layanan Pembayaran di Sibolga dan Tapteng Tetap Berjalan di Tengah Banjir dan Longsor

koranmonitor - MEDAN | Bank Indonesia (BI) menyampaikan keprihatinan dan empati atas musibah banjir dan…

56 tahun ago