Categories: HUKUM

Atasi Pukat Trawl, Nelayan Akan Diberikan Jaring Ramah Lingkungan

BATUBARA | Permasalahan berlarut-larut antar nelayan tradisional dengan nelayan pukat trawl tampaknya bakal temukan titik terang.

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang menjelaskan sudah ditemukan titik terang mengantisipasi pertikaian antar nelayan tradisional dengan nelayan pukat trawl.

Hal tersebut dinyatakan Kapolres saat dikonfirmasi wartawan terkait penanganan kasus kapal pukat trawl yang dibakar OTK, Selasa (15/1/2019) di Mapolres Batubara.

Menurut Kapolres, dirinya sudah bertemu dengan Bupati Batubara Ir. Zahir agar dibantu alat tangkap ikan kepada nelayan pukat gerandong. Pemberian bantuan alat tangkap ikan dimaksudkan agar mereka dapat beralih ke kapal yang ramah lingkungan.

Dikatakannya respon Bupati sangat positif dan akan memberikan bantuan alat tangkap ikan tersebut paling lambat di akhir bulan Februari 2019.

“Itu sudah dialokasikan anggarannya oleh Bupati Batubara, untuk menggantikan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan,” ujar Kapolres.

Pertikaian antar nelayan tradisional (Jaring Timbul) dengan Kelompok nelayan pukat gerandong (trawl) sudah berlangsung lama.

Jaring nelayan tradisional dianggap ramah Lingkungan karena tidak merusak biota laut dan karang. Sementara pukat gerandong dinilai tidak ramah lingkungan karena ditenggarai jaring mereka merusak biota laut dan karang.

Pemerintah melalui Kemen KP telah mengeluarkan larangan operasional pukat trawl. Namun kenyataannya pukat trawl masih mengganas khususnya di perairan Kabupaten Batubara.

Puncaknya, Senin (14/1/2019) terjadi pembakaran terhadap satu unit kapal pukat trawl di Bagan Batak perairan Tanjungtiram.

Sedangkan jaring dan peralatan tangkap lainnya diboyong nelayan yang belum diketahui identitasnya ke darat di depan Pos AL Tanjungtiram.

Ditempat tersebut jaring dan peralatan tangkap yang diambil dari pukat trawl dibakar massa hingga menjadi tontotan ratusan warga.KM-eps

admin

Recent Posts

Polres Labusel Gelar Doa Bersama dalam Rangka “Damai Indonesiaku”

koranmonitor - LABUSEL | Personel Polres Labuhan Batu Selatan (Labusel) menggelar doa bersama, dalam rangka…

10 jam ago

PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI

koranmonitor - JAKARTA | Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Viva Yoga Mauladi mengumumkan penonaktifan Eko…

14 jam ago

MKD DPR RI Minta Ketum Parpol Nonaktifkan Anggota DPR Bermasalah!

koranmonitor - JAKARTA | Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI meminta para ketua umum partai…

16 jam ago

Menteri Pertanian Sebut Harga Beras Turun di 32 Provinsi

koranmonitor - JAKARTA | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, harga beras turun di 32…

1 hari ago

Bertemu Prabowo, Ormas Islam Siap Sinergi Jaga Kondusifitas Bangsa

koranmonitor - JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 16 organisasi keagamaan di kediamannya,…

1 hari ago

SADIS! Gegara Tagih Utang Rp 200 Ribu, Wanita di Binjai Dihabisi Kekasih, Pelaku Dikatain Miskin

koranmonitor - BINJAI | Kasus penemuan mayat wanita yang menggegerkan warga kos-kosan Jalan Tamtama, Kelurahan…

1 hari ago