IHSG, Rupiah dan Emas.
koranmonitor – MEDAN | IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah 0.31% di level 8.265,352. Kinerja IHSG ditutup melemah setelah selama sesi perdagangan berlangsung ditransaksikan dalam rentang 8.220 hingga 8.334.
Sejumlah emiten yang turut memicu terjadinya koreksi IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah PGAS, AALI, ITMG, BBRI hingga BBCA.
Menurut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, pelemahan IHSG juga terjadi disaat kinerja mata uang Rupiah juga melemah ke level Rp16.810 per US Dolar.
“Tekanan yang dialami oleh IHSG dan Rupiah didominasi oleh membaiknya data ekonomi AS yang memungkinkan terjadinya kebijakan moneter ketat Bank Sentral AS atau The Fed. Dan di akhir pekan nanti pelaku pasar akan kembali disajikan data penting inflasi,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/2/2026).
Data tersebut kembali berpeluang mereduksi spekulasi yang berkembang, atau justru kian mengukuhkan pasar akan kembali diyakinkan bahwa pemangkasan bunga acuan bisa saja tidak jadi dilakukan.
“Disisi lain harga emas dunia ditransaksikan stabil di kisaran level $5.060 per US Doiar pada perdagangan hari ini. Emas relatif bertahan di angka yang sama setelah sempat tertekan setelah rilis data ekonomi AS,” sebutnya.
Harga emas terlihat lebih stabil meskipun tengah terjadi pergeseran arah kebijakan moneter. Meski demikian data inflasi dan klaim pengangguran AS masih menyisakan arah pergerakan di akhir pekan nanti.
“Situasinya bisa saja berubah dan akan sangat tergantung dari realisasi data yang disajikan. Secara fundamental harga emas masih berpeluang untuk menguat. Dan sejauh ini ditransaksikan sekitar Rp2.75 juta per gram,” tutupnya. KMC/R

