koranmonitor – MEDAN | Mayoritas bursa saham di Asia alami kebakaran, IHSG juga ikut terseret, dan ditransaksikan melemah 0.64% ke level 8.212,27.
Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG ditransaksikan dalam rentang 8.170 hingga 8.251. Saham-saham yang turut mendorong pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah BBCA, ANTM, TINS, TLKM hingga GOTO.
Selain itu, kinerja mata uang Rupiah selama sesi perdagangan berlangsung sempat berada di posisi terkuatnya Rp16.805. Dan sempat melemah hingga ke level Rp16.850.
“Mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini akhirnya menyerah di zona merah, dengan ditutup turun di level Rp16.825 per US Dolar. Pelemahan Rupiah turut membebani kinerja IHSG selama sesi perdagangan akhir pekan ini,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2026).
Sementara itu harga emas nyaris jalan ditempat. Emas tetap ditransaksikan dikisaran level $4.971 per ons troy, atau masih sekitar Rp2.7 juta per gram.
“Harga emas nyaris tidak alami perubahan seiring dengan minimnya sentimen pasar. Sejauh ini isu politik masih tetap hangat, meskipun tidak diwarnai dengan sejumlah lompatan isu penggerak pasar,” ujarnya.
Akan tetapi pelaku pasar masih mengambil sikap wait and see, jelang pertemuan antara Iran dan AS. Sejauh ini pelaku pasar berkeyakinan bahwa AS dan Iran tidak akan mencapai kesepakatan. Tensi geopolitik sejauh ini lebih memiliki peluang untuk melahirkan sebuah perang, dibandingkan dengan rencana damai yang mungkin akan terjadi dari kedua belah pihak.
Pelaku di pasar keuangan dan komoditas untuk sementara waktu lebih memilih posisi wait and see. Seraya masih mengandalkan sejumlah sentimen ekonomi AS. Meskipun pasar bisa saja bergerak acak menyesuaikan dinamika geopolitik yang berkembang. KMC/R
