Emas dan rupiah.
koranmonitor – MEDAN | Harga emas dunia sejauh ini masih bertahan di atas $5.000 per ons troy, bahkan sempat menyentuh $5.100 per ons troy sebelum akhirnya dilanda aksi profit taking.
Harga emas dunai saat ini ditransaksikan dikisaran harga $5.066 per ons troy, atau sekitar 2.74 juta per gram. Harga emas masih ditopang oleh sentimen geopolitik yang memanas belakangan ini.
Menurut Pengamat Keuangan, Gunawan Benjamin, sentimen geopolitik lebih sulit ditafsirkan pengaruhnya terhadap pembentukan harga emas, dibandingkan dengan kebijakan moneter Bank Sentral. Karena kebijakan moneter lebih terukur, sementara memburuknya tensi geopolitik cenderung memicu kepanikan di kalangan para investor. Kepanikan tersebut yang kerap dituangkan dalam bentuk aksi beli ke aset yang dinilai lebih aman dari gejolak pasar.
“Sementara itu, IHSG pada perdagangan pagi ini dibuka melemah di level 8.974, dan sejauh ini tengah berkonsolidasi turun ke level psikologis 8.900. IHSG bergerak anomali dibandingkan dengan mayoritas bursa saham di Asia pada umumnya. Kinerja IHSG terpantau bergerak melemah ditengah membaiknya kinerja bursa saham di Asia,” sebut Gunawan melalui keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).
Terpisah mata uang rupiah juga ditransaksikan melemah dikisaran level Rp16.795 per US DOlar. Rupiah berbalik melemah jelang kebijakan moneter Bank Sentral AS.
“Diproyeksikan pada perdagangan hari ini Rupiah akan berada dalam rentang Rp16.770 hingga Rp16.830 per US Dolar. Pelemahan Rupiah akan membebani kinerja IHSG dalam rentang lebar 8.850 hingga 8.980,” tutupnya. KMC/R

