IHSG Ditutup Melemah 0,37 Persen, Bursa Asia Kompak Berada di Zona Merah

IHSG Ditutup Melemah 0,37 Persen, Bursa Asia Kompak Berada di Zona Merah

IHSG

koranmonitor – JAKARTA | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/8/2026), sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG turun 24,02 poin atau 0,37 persen ke level 6.501,67. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan melemah 2,64 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,95.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pelemahan bursa regional Asia dipengaruhi penurunan futures saham Amerika Serikat (AS) menjelang konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait rencana pemberian sanksi tambahan terhadap Iran.

“Meski Iran menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan Teheran,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari kawasan Asia, investor juga mencermati pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China yang dijadwalkan berlangsung pada 25-28 Agustus 2026. Pertemuan tersebut dinilai dapat memberikan sinyal mengenai arah kebijakan baru China, terutama setelah sejumlah data ekonomi menunjukkan pelemahan dan pemerintah berkomitmen memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG turut dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2026 mencapai 12,5 miliar dolar AS atau setara 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kondisi tersebut dipengaruhi menyusutnya surplus barang serta meningkatnya biaya impor energi.

IHSG sempat dibuka menguat pada awal perdagangan. Namun, indeks kemudian berbalik ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG kembali bertahan di zona merah hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang menguat. Sektor barang baku naik 1,21 persen, disusul sektor industri yang menguat 0,15 persen.

Sementara itu, sembilan sektor mengalami pelemahan. Sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 2,30 persen, diikuti sektor properti yang turun 1,27 persen dan sektor keuangan melemah 0,86 persen.

Sejumlah saham yang mencatat kenaikan harga terbesar antara lain PICO, ELIT, SAFE, EKAD, dan CENT. Sedangkan saham dengan penurunan harga terbesar yakni MEJA, ICON, MPRO, SDMU, dan CBTN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.171.000 transaksi dengan volume perdagangan mencapai 34,23 miliar saham senilai Rp14,26 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 276 saham menguat, 384 saham melemah, dan 303 saham stagnan.

Sejalan dengan IHSG, sejumlah bursa saham utama Asia juga ditutup melemah. Nikkei turun 0,69 persen ke level 65.560,00, Shanghai melemah 0,59 persen ke 3.882,01, Hang Seng turun 1,89 persen ke 25.517,33, Kospi anjlok 3,12 persen ke 6.696,96, sedangkan Strait Times melemah 0,15 persen ke 5.680,69. KMC/R

Exit mobile version