LMND Binjai Unjuk Rasa, Soroti Nasib PKL hingga Infrastruktur Jalan Berlubang
koranmonitor –Ā BINJAI | Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, Selasa (13/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan kebijakan pemerintah daerah, mulai dari nasib pedagang kaki lima (PKL) yang digusur hingga infrastruktur jalan berlubang.
Aksi dipimpin Ketua EK LMND Kota Binjai, EW Gurky, bersama Sekretaris Wilayah EK LMND Sumatera Utara Rahmat Situmorang dan Ketua EK LMND Kota Medan Risky EW Pranata, serta sejumlah mahasiswa lainnya.
Mereka mendesak Pemko Binjai meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus memberikan penjelasan terbuka atas sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti nasib pedagang kaki lima yang digusur beberapa bulan lalu. Mereka menilai pemerintah belum merealisasikan penyelesaian yang diharapkan para pedagang tersebut.
Selain itu, LMND menyoroti seorang warga yang disebut mengalami patah tulang akibat jalan berlubang di Kecamatan Binjai Selatan. Mahasiswa juga menyampaikan tuntutan terkait keringanan biaya pendidikan bagi pelajar di Kota Binjai.
LMND meminta Wali Kota Binjai Amir Hamzah dan Wakil Wali Kota Hasanul Jihadi memberikan klarifikasi secara terbuka terhadap persoalan-persoalan tersebut.
Aksi sempat diwarnai ketegangan ketika mahasiswa berhadapan dengan aparat kepolisian dan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan tuntutan. Sejumlah mahasiswa dilaporkan melompati pagar kantor Pemko Binjai untuk berupaya masuk dan menemui kepala daerah. Aksi tersebut juga diwarnai pembakaran ban.
Ketua EK LMND Kota Binjai, EW Gurky, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang anggota Satpol PP berinisial D ketika berupaya masuk melalui pintu kantor Pemko Binjai bersama mahasiswa lainnya.
“Saya dipukul, saya dipukul oleh Satpol PP,” ujar Gurky saat dihadang sejumlah personel Satpol PP.
Gurky menilai tindakan yang dituduhkannya kepada anggota Satpol PP tersebut melanggar hukum. Ia menyatakan akan melaporkan dugaan pemukulan itu kepada pihak berwenang.
“Kami akan membuat laporan terkait pemukulan yang dilakukan salah satu anggota Satpol PP tersebut,” tegasnya.
Hingga aksi berakhir, mahasiswa mengaku kecewa karena tidak memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan Wali Kota Amir Hamzah dan Wakil Wali Kota Hasanul Jihadi untuk mendapatkan klarifikasi atas tuntutan yang disampaikan.
Gurky juga mempertanyakan ketidakhadiran Wakil Wali Kota Hasanul Jihadi di hadapan massa aksi. Ia mengaku melihat Hasanul keluar melalui pintu belakang kantor Pemko Binjai ketika mahasiswa berupaya meminta pertemuan.
“Ada apa ini semua? Kenapa Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, yang jelas-jelas saya lihat keluar dari pintu belakang Pemko Binjai tidak mau bertemu dengan kami?” ujarnya.
Sementara itu, Rahmat Situmorang menyatakan LMND berencana melanjutkan aksi dalam beberapa hari ke depan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari Pemko Binjai.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak Pemko Binjai maupun Satpol PP terkait tuntutan mahasiswa dan dugaan pemukulan yang disampaikan Gurky. KM-andy/R

