Direktur PT Miduk Arta, Rajamin Sirait, SE. (Foto. KMC)
koranmonitor – MEDAN | Direktur PT Miduk Arta, Rajamin Sirait, SE mengajak masyarakat tidak panik menyikapi ketahanan energi 20 hari.
“Ketahanan energi 20 hari bukan berarti stok bahan bakar minyak (BBM) habis. Jadi saya kira kita gak perlu panik,” kata Rajamin di Medan, Jumat (6/3/2026).
Menurut Rajamin, keterbatasan stok bukan disebabkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan pasokan, melainkan karena kapasitas tangki penyimpanan yang belum mencukupi untuk menampung cadangan lebih besar.
“Jadi, saya kira terkait stok BBM 20 hari hendaknya tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat kita,” imbuh Rajamin.
Sebelumnya, pemerintah juga telah memastikan cadangan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman, dan bahkan telah melampaui standar minimal cadangan nasional.
Rajamin menjelaskan, stok BBM 20 hari ini memang sudah mekanisme. Kapasitas tempat penyimpanan hanya untuk 20 hari. Setelah itu, stok akan kembali masuk.
Menurutnya, ada kerugian negara kalau stok BBM itu lebih dari 20 hari disimpan, yakni menyusut, daya tampung, waktu, tempat yang memerlukan biaya tinggi.
“Regulasinya memang 20 hari. Masyarakat jangan panik, telaah pernyataan (stok BBM 20 hari) dengan baik,” tegas Rajamin.
Tapi, Rajamin tidak menampik kemungkinan kedatangan BBM import agak terlambat.
Dia meminta pemerintah daerah (pemda) untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang maksud dari pernyataan stok BBM 20 hari.
“Harusnya pemda meneruskan apa yang ada di kementrian, sampaikan kepada masyarakat tentang situasi dan kondisi BBM. Pemerintah harus peduli karena ini menyangkut ekonomi,” ujarnya.
“Caranya, pemerintah harus jelaskan kondisi 20 hari, stok kita, kapal dmana,” pungkasnya. KM-ded/R

