Musda XI Partai Golkar Sumut Diwarnai Kericuhan di Medan, Tampak Massa Membawa Balok Kayu
koranmonitor – MEDAN | Penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara diwarnai kericuhan, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 14.48 WIB.
Musda XI Golkar Sumut digelar di Ballroom Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Kota Medan. Kericuhan terjadi di luar arena musda, tepatnya di sekitar area luar hotel.
Pantauan wartawan di lokasi, sekelompok orang mengenakan seragam berwarna kuning terlihat berteriak dan berlarian. Massa datang dari arah Jalan HM Yamin, tepat di samping pintu keluar hotel, kemudian bergerak menuju Jalan Putri Hijau di depan hotel.
Massa sempat mengejar seseorang yang berada di halaman jalur masuk hotel. Dalam kejadian tersebut, terlihat beberapa orang membawa balok kayu. Selain itu, terdengar suara teriakan, letusan petasan dengan suara keras, serta aksi pelemparan ke arah area hotel.
Kericuhan kemudian bergeser ke persimpangan jalan di depan Hotel JW Marriott, tepatnya di kawasan depan Podomoro dan TVRI. Di lokasi tersebut, massa terlihat terlibat bentrokan dengan sejumlah orang.
Di sisi lain, di Jalan HM Yamin, massa juga tampak mendesak petugas keamanan hotel, untuk membuka paksa pagar pintu masuk. Massa sempat berhasil menerobos dan masuk ke area parkir depan hotel, namun tidak berlangsung lama dan kembali keluar ke badan jalan.
Kericuhan tersebut tidak meluas. Aparat kepolisian terlihat berjaga di depan lobi hotel untuk mengamankan situasi. Meski sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi, pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Sumut tetap berlangsung.
Secara terpisah, Sekretaris Panitia Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Sumut, Muhammad Asril, menegaskan pentingnya menjaga ketertiban, kekompakan, dan soliditas kader demi kelancaran forum tertinggi partai di tingkat daerah tersebut.
Menurut Asril, musda merupakan forum resmi partai yang memiliki aturan dan tata tertib yang wajib dihormati oleh seluruh pihak. Ia mengimbau pihak-pihak yang tidak berstatus sebagai peserta maupun peninjau agar tidak mengganggu jalannya persidangan.
“Kami mengimbau dengan tegas agar pihak-pihak di luar peserta dan peninjau sidang dapat menyesuaikan diri serta menjaga ketertiban. Musda ini adalah forum resmi partai yang harus dijalankan sesuai mekanisme,” ujar Asril.
Ia juga mengapresiasi dinamika yang terjadi dalam tubuh Partai Golkar Sumut. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya perhatian kader dan masyarakat terhadap Partai Golkar.
“Ini menunjukkan bahwa Partai Golkar masih menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan dan mendapat tempat di hati publik,” katanya.
Terkait insiden kericuhan, Asril menekankan pentingnya upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia mengajak seluruh kader untuk menahan diri, mengedepankan musyawarah, serta menjaga situasi tetap kondusif selama seluruh tahapan musda berlangsung.
“Kami berharap tidak ada lagi kericuhan. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun harus disalurkan melalui mekanisme organisasi,” tegasnya.
Asril menambahkan, Panitia SC berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan objektif sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
“Kami berharap Musda ini dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Golkar Sumut semakin solid dan berprestasi ke depan,” pungkasnya. KMC/R

