koranmonitor – MEDAN | Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut) menekankan pentingnya sikap, waspada, rasional, dan berbasis kepentingan nasional dalam hubungan Indonesia dengan negara-negara lain seperti Amerika Serikat, khususnya di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Ketua Badko HMI Sumut, Muhammad Yusril Mahendra Butar Butar, menyampaikan bahwa Amerika Serikat sebagai kekuatan global secara konsisten menjalankan kebijakan luar negeri yang berorientasi pada kepentingan strategis nasionalnya.
Oleh karena itu, hubungan bilateral perlu dianalisis secara kritis dan objektif, dengan mempertimbangkan kekhawatirannya terhadap kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, serta posisi strategis Indonesia di tingkat internasional.
“Pemerintah Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap bentuk kerja sama, perjanjian, dan kesepakatan strategis dengan Amerika Serikat”.ucapnya.
“Prinsip politik luar negeri bebas dan aktif tidak boleh berhenti pada tataran normatif, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang independen dan berpihak pada kepentingan nasional,” tegas Muhammad Yusril Mahendra Butar Butar.
Badko HMI Sumut juga menekankan pentingnya penyusunan kebijakan luar negeri yang didasarkan pada kajian akademik, transparansi, dan partisipasi publik.
Pendekatan ini dinilai krusial agar Indonesia tidak terjebak dalam arsitektur geopolitik global yang berpotensi merugikan kepentingan jangka panjang bangsa.
Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk kontribusi pemikiran kritis Badko HMI Sumut dalam mendorong kebijakan luar negeri Indonesia yang berdaulat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan.KM-red






