
koranmonitor – BATAM |Kabar duka datang dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (24/6/2022). Anggota Satuan Brimob Polda Kepri atas nama Brigadir Polisi Janwar Sobar Wijaya, yang melaksanakan tugas dilaporkan hanyut di Sungai Salubanga.
Dansat Brimob Polda Kepri, Kombes M Rendra Salipu mengucapkan turut berduka yang sedalam-dalamnya atas peristiwa nahas tersebut. Dia menjelaskan, korban yang masuk dalam Tim Kejar A19 sebelum kejadian tengah melaksanakan tugas observasi di daerah patroli, yang telah ditentukan selama 10 hari atau sejak 17 Juni 2022 sampai 26 Juni 2022.
Saat hari kedelapan, korban memutuskan untuk melaksanakan observasi dengan melintasi Sungai untuk menuju koordinat yang telah ditentukan. “Korban merupakan Komandan Tim. Saat melintasi sungai, korban merupakan orang kedua kemudian terseret arus,” ujar Salipu.
Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh anggota dengan menarik ransel korban. Namun karena arus sungai terlalu deras, korban tak tertolong dan terhanyut.
Salipu menambahkan, anggota lainnya kemudian melakukan penyisiran sejauh 200 meter. “Namun, keberadaan korban tidak ditemukan,” ujar dia.
Menurut dia, pihaknya mengalami komunikasi dalam penyisiran. “Karena itu, Wadantim menugaskan 3 personel untuk merapat ke Pos Sekat Salubanga untuk melaporkan kejadian ini dan meminta bantuan,” urai dia.
Sementara itu, penyisiran kembali dilakukan terhadap korban dengan melibatkan Tim Basarnas dan personel Satgas Madago Raya menggunakan lerabut karet, Minggu (26/6/2022). Upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil maksimal.
Tim pencari baru menemukan ransel dan rolling bed yang diduga milik korban di aliran sungai dengan kondisi terapung. Tengah hari, penyisihan kembali dilanjutkan ke arah Pos Sekat Warung Ambo.
“Akhirnya, jenazah yang diduga korban ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan terapung dan kondisi meninggal dunia, dengan masih menggunakan seragam dinas tanpa senjata, helem, body vest dan sepatu. Kurang lebih sekitar 5,5 km dari TKP, jenazah korban ditemukan,” ujar dia.
Temuan jenazah ini kemudian dilaporkan ke Pos Sekat Warung Ambo untuk dilakukan evakuasi. “Evakuasi terkendala medan dan arus sungai yang deras. Kemudian komunikasi di TKP penemuan jenazah terputus karena medan tidak tercover sinyal, baik HP maupun HT,” tukasnya.KM-Zai Nst