
BATAM | Brimob Polda Kepri mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar, dalam masa-masa penyebaran Covid-19 yang sudah berdampak di 32 Provinsi Indonesia.
Budaya mudik pada hari raya Idul Fitri agar tidak dilaksanakan, demi menekan angka penyebaran Covid-19.
Dansat Brimob Polda Kepri, Kombes Mohamad Rendra Salipu menyampaikan kepada masyarakat, dan khususnya yang tinggal merantau untuk menunda mudik pada tahun 2020 ini. Dan budaya silaturahmi pada mudik agar dilakukan via telepon.
“Saya mohon kepada saudara setanah air yang ada perantauan agar menunda mudik pulang kampung dulu. Kalau mau tahu kabar emak, bapak, kakek, nenek, bibi atau paman agar telepon saja dulu ya. Ini demi mencegah corona, apalagi kita gak tahu corona ini karena tidak terlihat,” katanya Rabu (1/4/2020).
Diimbau agar masyarakat senantiasa membudayakan disiplin hidup sehat, dengan rutin mandi, mencuci tangan dengan sabun. Selain itu tetap jaga asupan makanan yang sehat, bersih dan bergizi, sembari menahan diri berkumpul-kumpul di keramaian.
“Yang paling utama tetap berdoa kepada Allah, agar negara dan bangsa setanah air terbebas dari marabahaya virus corona skala global ini. Semoga virus ini hilang sebelum puasa dan hari raya Idul Fitri 2020,” harapnya.
Satbrimob Polda Kepri, pada Rabu (1/4/2020) melakukan upaya pencegahan corona, dengan giat penyemprotan disinfektan. Diantaranya, di Rumah Sakit Penampungan Pasien Covid-19 di Ex Camp Vitnam Pulau Galang, di Sekolah Menengah Pertama Advent Kelurahan Kibing Kecamatan Batu Aji Batam.
Kemudian, Sekolah Menengah Atas Advent Kelurahan Kibing Kecamatan Batu Aji Batam, Gereja GPI Sindang Cunting Batu Aji Batam, Musholla Darussalam Bengkong Pertiwi Batam, di Kawasan Jalan Pt Satnusa Persada, Kawasan Jalan Perumahan Dutamas Batam Center, Kawasan Jalan Baloi Blok II Batam, Kawasan Jalan Bengkong Indah Batam.
“Target penyemprotan, Meja, Kursi, Handle Pintu, Lantai, Mimbar, Ruang Kelas, Ruang Guru, Tangga, Pagar, Toilet, Tong Sampah, Ruang Isolasi, Ruang Observasi, Ruang Transit Dokter, Jalan Utama, Jalan Perumahan,” katanya.
Warga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada Satbrimob atas bantuan yang diberikan. Mereka berharap, semoga sinergi dan kerjasama tetap terus terjalin dgn baik.
Diketahui pemerintah pusat melalui Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengimbau, masyarakat untuk tidak mudik demi mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.
Katanya, bulan suci Ramadhan akan segera tiba dan mudik adalah tradisi masyarakat Indonesia.
“Ramadhan sebentar lagi kita akan hadapi, sudah barang tentu kita rindu pulang ke kampung namun yang lebih penting kita jaga kampung kita agar tetap sehat. Oleh karena itu sebaiknya tidak melakukan perjalanan jauh, sebaiknya tidak melakukan mudik,” kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, Rabu.
Karena itu, kesadaran masyarakat untuk membatasi pergerakan, salah satunya dengan tidak mudik akan menjadi sangat penting dalam menekan penyebaran. Yuri yakin masyarakat akan mengambil keputusan yang benar demi keselamatan semua.
“Saudara-saudara jadilah pahlawan lindungi diri anda, keluarga tetangga dan bangsa Indonesia, saya yakin, kami yakin, kita yakin, pasti bisa,” pungkasnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah yang sembuh di Indonesia mencapai 103 orang, sedangkan kasus positif menjadi 1.677 orang hingga Rabu pukul 12.00 WIB.
Gugus Tugas merincikan data positif Covid-19 di Indonesia yaitu Provinsi Aceh sebanyak lima kasus, Bali (25 kasus), Banten (152 kasus), Bangka Belitung (dua kasus), Bengkulu (satu orang), DI Yogyakarta 28 kasus), DKI Jakarta (808 kasus).
Selanjutnya di Jambi (dua kasus), Jawa Barat (220 kasus), Jawa Tengah (104 kasus), Jawa Timur (104 kasus), Kalimantan Barat (10 kasus), Kalimantan Timur (21 kasus), Kalimantan Tengah (sembilan kasus) Kalimantan Selatan (delapan kasus) dan Kalimantan Utara (dua kasus).
Kemudian di Kepulauan Riau (tujuh kasus), NTB (enam kasus), Sumatera Selatan (lima kasus), Sumatera Barat (delapan kasus), Sulawesi Utara (tiga kasus), Sumatera Utara (22 kasus), dan Sulawesi Tenggara (tiga kasus).
Di Sulawesi Selatan (66 kasus), Sulawesi Tengah (dua kasus), Lampung (delapan kasus), Riau (tiga kasus), Maluku Utara dan Maluku masing-masing satu kasus, Papua Barat (dua kasus), Papua (10 kasus), serta satu kasus positif di Sulawesi Barat. Total 32 provinsi di Indonesia telah terpapar penyakit yang disebabkan virus corona yang bersumber dari Wuhan, China.KM-Zai Nst