koranmonitor – BINJAI | Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Latersia, yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, menjatuhkan sanksi tegas terhadap seorang oknum petugas keamanan (sekuriti) yang diduga bersikap arogan dan mengajak kkeluarga pasien berkelahi.
Sanksi tersebut berupa Surat Peringatan Ketiga (SP3) disertai pemotongan gaji. Selain itu, pihak rumah sakit mengklaim tengah melakukan upaya mediasi dengan keluarga pasien.
Humas RSU Latersia, dr. Retno, mengatakan bahwa tindakan disipliner telah dijatuhkan sesuai dengan aturan internal rumah sakit.
“Terkait kejadian tersebut, oknum sekuriti yang bersangkutan telah diberikan sanksi Surat Peringatan Ketiga (SP3), disertai pemotongan gaji. Saat ini juga sedang dalam tahap mediasi dengan pihak keluarga pasien,” ujar dr. Retno saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Namun demikian, pernyataan pihak rumah sakit tersebut dibantah oleh keluarga pasien. Reza, warga yang mengaku menjadi korban dalam insiden tersebut, menyatakan hingga kini belum pernah dihubungi oleh manajemen RSU Latersia untuk keperluan mediasi.
“Belum ada dihubungi sampai sekarang,” kata Reza singkat.
Berawal dari peristiwa dugaan tindakan arogan tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Reza datang ke RSU Latersia menggunakan mobil untuk menjemput bapak mertuanya yang telah dinyatakan boleh pulang setelah menjalani perawatan.
Setibanya di area rumah sakit, Reza memarkirkan kendaraannya dan turun untuk memanggil anggota keluarga di dalam. Namun, belum lama turun dari mobil, ia didatangi oleh dua orang oknum sekuriti.
Salah seorang sekuriti berperawakan gempal menunjuk mobil Reza dan mempertanyakan keberadaannya dengan nada tinggi.
“Saya jawab pelan, ‘Bentar, pasien, mau jemput pasien,’” tutur Reza.
Alih-alih mendapat penjelasan secara humanis, Reza mengaku justru menerima respons bernada kasar dan arogan. Saat ia mempertanyakan sikap petugas tersebut, situasi disebut semakin memanas.
Kedua oknum sekuriti diduga melontarkan ancaman verbal kepada Reza.
“Kau jangan sok jago, habis kau nanti, capek kau nanti,” ujar Reza menirukan ucapan yang diduga disampaikan oleh sekuriti.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika salah satu oknum sekuriti dilaporkan membuka pakaian dinasnya, mendorong tubuh Reza, dan menantangnya berkelahi secara langsung.
“Sini kau, main kita!” teriak oknum sekuriti tersebut, menurut pengakuan Reza.
Aksi tersebut berhasil dihentikan setelah abang ipar Reza datang dan melerai. Mengingat kondisi bapak mertuanya yang masih lemah dan membutuhkan istirahat, Reza memilih untuk menghindari keributan dan segera meninggalkan rumah sakit.
“Fokus saya saat itu kesehatan bapak mertua yang masih lemas. Sangat disayangkan, institusi kesehatan justru memiliki petugas keamanan yang menunjukkan sikap seperti premanisme kepada keluarga pasien,” ujar Reza.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSU Latersia menyatakan proses internal masih berjalan, sementara keluarga pasien berharap adanya klarifikasi langsung dan penyelesaian yang adil atas peristiwa tersebut.KM-Nasti
