IHSG, Rupiah dan Emas.
koranmonitor – MEDAN | Dalam sepekan kedepan terdapat sejumlah agenda ekonomi penting yang akan mempengaruhi kinerja pasar keuangan.
Dari tanah air, sejumlah data seperti indeks kepercayaan konsumen, penjualan sepeda motor, pejualan ritel hingga data penjualan mobil akan membanjiri pasar. Sementara itu, data penting dari AS akan lebih banyak mengambil peran pelaku pasar.
AS akan merilis data yang akan menjadi acuan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Bank Sentral AS. Sejumlah data seperti penjualan ritel, data serapan tenaga kerja di luar sektor pertanian, data pengangguran hingga data inflasi AS akan membayangi pasar dalam sepekan kedepan.
“Data dari AS nantinya akan membentuk keyakinan pasar terkait spekulasi kebijakan pemangkasan bunga acuan The Fed ke depan,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/2/2026).
Dikatakannya, IHSG pada sesi perdagangan awal pekan dibuka menguat di level 7.970. Kinerja IHSG terpantau bergerak menguat ditengah penguatan kinerja mayoritas bursa saham di Asia.
“IHSG masih akan menguji sentimen negatif dari Moody’s yang menurunkan outlook rating kredit Indonesia menjadi negatif. Dan kinerja IHSG akan lebih banyak mengandalkan sentimen regional khususnya dari kinerja pasar saham di Asia,” ujarnya.
Sementara itu, mata uang Rupiah ditransaksikan stabil cenderung menguat pada perdagangan pagi ini. Mata uang Rupiah bergerak sideways ditengah stabilnya kinerja USD Index di level 97.6, dan tekanan yang dialami oleh imbal hasil US Treasury 10 tahun di kisaran level 4.22%.
“Rupiah pada perdagangan pagi ini ditransaksikan di kisaran angka Rp16.855 per US Dolar,” sebutnya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level $5.032 per ons troy, atau sekitar 2.7 juta per gramnya. Harga emas kembali menguat diatas $5.000 per ons setelah ketegangan antara Iran dengan AS masih berlanjut.
Belum ada kesepakatan awal antara kedua Negara yang bisa meredakan tensi geopolitik dunia saat ini. Ancaman perang masih membayangi pasar keuangan, dan potensial memicu koreksi pada IHSG dan Rupiah. KMC/R

