koranmonitor – MEDAN | Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, diminta untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Dirut PUD Pasar Kota Medan.
Sebab, kebijakan direksi PUD Pasar Kota Medan mengambilalih retribusi parkir dan kamar mandi, dinilai menimbulkan kegaduhan hingga meresahkan para pedagang.
“Kami sangat keberatan dengan kebijakan direksi PUD Pasar Kota Medan sekarang ini, karena berdampak menimbulkan keributan dan keresahan bagi pedagang,” sebut Sekretaris Pedagang Pasar Sukaramai, Dra Nirmanita kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Menurut dia, kebijakan direksi PUD Pasar Kota Medan mengambilalih retribusi parkir, kamar mandi dan parkir basement di sejumlah pasar kota Medan sangat meresahkan karena menimbulkan kegaduhan, seperti yang sudah terjadi di Pasar Sukaramai.
Pengutipan retribusi yang selama ini sudah berjalan aman dan lancar jangan dialihkan, karena justru dapat membuat kericuhan dan keresahan pedagang. Dia meminta PUD Pasar Kota Medan harus bekerja untuk kepentingan pedagang.
“Jangan jadikan pedagang sebagai ajang politik. PUD Pasar Kota Medan harus tegak lurus, jangan dicampurkan dengan politik,” ujarnya.
Dia meminta, Dirut PUD Pasar Kota Medan membuat kebijakan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan jangka panjang. Tidak menjadikan pergantian jabatan sebagai balas jasa politik
“Jangan dipikirkan copot mencopot, yang penting bagaimana PAD bagi warga kota Medan. Ada apa, apakah kebijakan PUD Pasar Kota Medan ini semacam kebijakan balas jasa,” kecamnya.
Informasi dihimpun menyebutkan, Pedagang Pasar Tradisional Kampung Lalang saat ini resah, karena adanya kebijakan direksi PUD Pasar kota Medan yang akan mengalihkan pengelolaan mulai dari jaga malam dan parkir di Pasar Kampung Lalang kepada pihak lain.
”Kami pedagang di sini sudah nyaman dengan pengelolaan yang ada saat ini di Pasar Kampung Lalang, kenapa harus dialihkan sama pihak yang lain,” ujar Boru Ginting, pedagang Pasar Kampung Lalang.
Pedagang meminta direksi tidak mengganti pengelola yang baru, karena yang lama sudah baik, dapat memberikan rasa dan nyaman kepada para pedagang. “Jangan main api lah para direksi,” pintanya. KM-ded/R
