Site icon

Pelaku Pencurian Seret Bocah SD di Marelan, Uang Kejahatan untuk Cicilan Motor

Jatanras Polda Sumut Tangkap Maling Seret Bocah SD di Marelan

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan dan Kasubdit Jatanras, Kompol Jama Kita Purba merilis pengungkapan kasus perampokan HP hingga menyeret bocah SD di Mapolda Sumut, Minggu (25/1/2026).

koranmonitor – MEDAN | Aksi pencurian dengan kekerasan (curas), ternyata sudah sering dilakukan tersangka M Iqbal Nasution (42).

Bahkan, tindak kriminal itu dijadikan warga Jalan Letda Sudjono Gang Taqwa Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung Kota Medan tersebut sebagai sumber penghasilan.

Setiap hasil kejahatannya digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti keperluan sehari-hari yang dan lainnya.

“Uang hasil kejahatannya digunakan tersangka MIN untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar cicilan motornya,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan dan Kasubdit Jatanras, Kompol Jama Kita Purba, Minggu (25/1/2026).

Dalam rilis pengungkapan kasus pencurian yang menyeret korbannya bocah Sekolah Dasar (SD) hingga 100 meter itu, Kombes Ricko menjelaskan, setelah beraksi pada Sabtu (10/1/2026), tersangka langsung kabur menaiki sepeda motor Yamaha Freego hitam tanpa plat nomor polisi miliknya yang masih dalam status kredit.

Tersangka MIN panik dan ketakutan mengetahui video aksinya yang telah menyeret korban di Jalan AMD, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, kota Medan viral. Dia memacu sepeda motornya hingga sampai ke rumah saudaranya di Kabupaten Siak Provinsi Riau.

“Setelah dua pekan dalam penyelidikan akhirnya tersangka dapat ditangkap tim MIT (Mission Impossible Team) Jatanras Polda Sumut bekerjasama Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan di kawasan perkebunan saudaranya di Siak, Riau,” terang Kombes Ricko.

Bersama tersangka disita barang bukti sepeda motor, helm, jacket dan sandal yang digunakan saat beraksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta 1 HP.

Dari proses penyidikan terungkap, tersangka merupakan residivis tindak pidana pencurian yang telah menjalani hukuman sebanyak 2 kali di Lapas pada tahun 2019 dan tahun 2021.

“Tersangka sudah sering melakukan pencurian berupa Handphone, laptop di daerah Medan Baru, kost dekat Kampus UMSU, Tanjung Morawa, Medan Tembung, Jalan gagak Hitam Gang Pekong Medan Sunggal, kost daerah Jalan Pancing Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi serta beberapa daerah lainnya yang tidak diingat oleh tersangka MIN,” papar Direktur Reskrimum.

Selain itu, tersangka juga pernah diamankan di Polsek Medan Baru pada 2019, perkara pencurian laptop namun korban tidak membuat LP dan 2025, perkara pencurian HP, tapi korban juga tidak membuat LP.

Atas perbuatannya, tersangka diganjar Pasal 479 KUHP : Pencurian dengan Kekerasan yang didahului, disertai dan diikuti dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun Penjara dengan denda maksimal kategori VI yaitu Rp 2.000.000.000,.

Pasal 80 ayat (2 dan 3) UU No. 35 tahun 35 tentang perubahan atas Undang – undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun Penjara dan denda Rp100.000.000. KM-ded/R

Exit mobile version