Perbaikan Jalan Hutaimbaru–Sipiongot Mulai Berdampak, Pendapatan Pedagang Naik hingga 50 Persen

Perbaikan Jalan Hutaimbaru–Sipiongot Mulai Berdampak, Pendapatan Pedagang Naik hingga 50 Persen

Foto udara pada ruas jalan Hutaimbaru- Sipiongot, Kabupaten Padanglawas Utara, Sabtu (27/6/2026). (Foto : Diskominfo Sumut).

koranmonitor – PALUTA | Perbaikan ruas jalan Hutaimbaru–Sipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Meski progres pekerjaan baru mencapai sekitar 20 persen, warga telah merasakan kemudahan mobilitas serta peningkatan aktivitas ekonomi.

Ruas jalan sepanjang 11,8 kilometer itu kini telah melalui tahap penimbunan, pemerataan, dan pengaspalan di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar.

Salah seorang pedagang di Desa Paolan, Marwan Harahap, mengaku pendapatan warung kelontong miliknya meningkat sekitar 50 persen sejak kondisi jalan mulai membaik.

“Sebelumnya orang malas berhenti karena jalannya rusak dan banyak lubang. Sekarang lebih ramai, peningkatannya sekitar 50 persen karena dari simpang jalannya sudah mulus,” ujar Marwan, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengatakan perbaikan jalan juga mempermudah distribusi barang dagangan. Waktu tempuh dari Desa Paolan menuju Gunungtua kini hanya sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor.

“Kalau dulu harus berpikir matang sebelum belanja, apalagi saat hujan. Sekarang sehari bisa dua sampai tiga kali ke Gunungtua tanpa masalah,” katanya.

Marwan juga mengenang pengalaman ketika membantu mengantar seorang ibu yang hendak melahirkan. Akibat kondisi jalan yang rusak saat itu, sang ibu melahirkan di tengah perjalanan menuju rumah sakit.

Sementara itu, di kawasan Sipiongot, Pemprov Sumut tidak hanya melakukan pengaspalan jalan, tetapi juga membangun gorong-gorong berukuran besar di sekitar Pasar Sipiongot.
Warga Sipiongot, Sudirman Sitompul, mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya dalam sekitar 40 tahun jalan menuju kampungnya diperbaiki.

“Di penghujung usia saya akhirnya bisa melihat jalan ke kampung saya diaspal. Saya dan masyarakat sangat bahagia serta berterima kasih kepada Pak Bobby Nasution,” ujarnya.

Menurut Sudirman, meski sebagian ruas masih dalam tahap penimbunan menggunakan material sirtu, manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat. Waktu tempuh menuju Gunungtua kini kurang dari dua jam dan diperkirakan dapat menjadi sekitar satu jam setelah seluruh pekerjaan selesai.

Selain ruas Hutaimbaru–Sipiongot, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga tengah memperbaiki ruas jalan Sipiongot–Batas Tapanuli Selatan (Tolang) sepanjang 12 kilometer serta ruas Sipiongot–Batas Labuhan Batu sepanjang 16 kilometer. Seluruh proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026. KM-fah/R

Exit mobile version