Pertina Medan Ancam Mundur dari Porprovsu 2026, Persoalkan Pengelolaan Kontingen oleh Dispora

koranmonitor – MEDAN | Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Medan menyatakan keberatan terhadap mekanisme pengelolaan kontingen Kota Medan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII 2026.

Pertina bahkan mengancam tidak memberangkatkan atlet apabila pengelolaan kontingen tetap dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan.

Porprovsu XII Sumatera Utara dijadwalkan berlangsung pada 7–15 November 2026. Keberatan Pertina muncul karena pengelolaan kontingen yang sebelumnya dikoordinasikan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan kini disebut berada di bawah Dispora Medan.

Ketua Pertina Medan, Adol Frian Rumaijuk, mengatakan Porprovsu merupakan ajang untuk mengukur hasil pembinaan olahraga sekaligus mencapai target Kota Medan sebagai juara umum.

“Porprovsu ini menjadi target kita memberikan prestasi dan gambaran bagaimana pembinaan di Kota Medan. Sebagaimana yang disampaikan Wali Kota Medan, beliau berharap Medan bisa menjadi juara umum,” ujar Adol seusai mengikuti rapat persiapan Porprovsu bersama KONI Medan, Kamis (8/10/2026).

Menurut Adol, pihaknya memahami jika pemerintah daerah ingin memberikan dukungan kepada kontingen. Namun, ia menilai KONI tetap harus dilibatkan dalam pengelolaan kontingen karena merupakan organisasi yang menaungi cabang olahraga.

Ia khawatir pengalihan pengelolaan kontingen kepada Dispora akan mengurangi peran KONI dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

“Dengan begini seolah-olah KONI diambil alih fungsinya oleh Dispora. Kami dari cabor tinju Pertina Kota Medan menolak sistem ini karena ada yang disederai di sini, yaitu fungsi daripada KONI itu sendiri,” katanya.

Adol menegaskan Pertina Medan tidak akan memberangkatkan atlet jika persoalan mekanisme pengelolaan kontingen tersebut tidak diselesaikan.

“Kalau memang ini tidak mau KONI Medan yang menyelenggarakan, maka Pertina Kota Medan tidak akan memberangkatkan atlet ke Porprovsu,” tegasnya.

Selain mekanisme pengelolaan kontingen, Pertina Medan juga menyoroti persoalan anggaran pembinaan atlet. Adol mengaku pihaknya tidak mendapatkan dana pembinaan pada 2026 sesuai harapan.

Setelah berkoordinasi dengan KONI Medan, Pertina mendapat penjelasan bahwa anggaran yang diajukan kepada Pemerintah Kota Medan melalui Dispora tidak sepenuhnya dikelola KONI.

“Di tahun 2026 ini kami tidak mendapatkan uang binaan. Setelah kita mendapatkan penjelasan dari KONI Medan, ternyata anggaran yang dihibahkan ke KONI Medan yang seyogianya untuk pembinaan atlet itu tidak diserahkan sepenuhnya ke KONI Medan,” jelasnya.

Adol juga mempertanyakan komunikasi Dispora Medan terkait persiapan keberangkatan atlet. Ia mengaku hingga Kamis (8/10/2026), Pertina belum menerima surat resmi dari Dispora mengenai persiapan kontingen maupun teknis keberangkatan atlet.

“Sampai hari ini juga tidak ada sepucuk surat pun yang disampaikan oleh Dispora kepada Pertina Medan ataupun yang membina cabor tinju di Kota Medan. Yang mengoordinasikan kita selama ini adalah KONI,” ujarnya.

Meski demikian, Pertina Medan tetap mempersiapkan atlet secara mandiri. Sebanyak 14 atlet disiapkan untuk mengikuti 14 kelas pertandingan pada Porprovsu XII 2026, dengan target meraih tujuh medali emas.

“Kita mempersiapkan 14 atlet untuk 14 kelas yang dipertandingkan dengan target tujuh medali emas dan sisanya juga mendapatkan medali dan juara umum,” kata Adol.

Ia menambahkan, persiapan atlet tetap berjalan meskipun kepastian mengenai mekanisme keberangkatan kontingen belum diterima. Seluruh persiapan tersebut, menurut dia, dilakukan secara swadaya.

Sementara itu, Ketua KONI Medan, Aswindy Fachrizal, mengatakan pihaknya tidak melepas tanggung jawab terhadap persiapan atlet. Namun, pengelolaan kontingen berkaitan dengan penempatan anggaran Porprovsu yang saat ini berada di Dispora Medan.

“Porprovsu ini ajang KONI. Tetapi kita sudah koordinasi dengan Dispora, anggaran Porprovsu itu sudah dititipkan di Dispora. Jadi bukan artinya kita dari KONI Kota Medan yang membawa kontingen. Pengurus kontingen di sana adalah Dispora,” ujar Aswindy.

Ia menjelaskan, KONI Medan berharap Dispora menangani pengelolaan kontingen karena anggaran penyelenggaraan Porprovsu berada di instansi tersebut. Menurutnya, Kepala Dispora Medan juga akan bertindak sebagai ketua kontingen.

Aswindy mengakui kebijakan tersebut menimbulkan keberatan dari sejumlah cabang olahraga yang menginginkan KONI tetap menjadi pihak yang mengelola kontingen. Ia mengaku telah berupaya mencari jalan tengah agar perbedaan pandangan tersebut tidak mengganggu keikutsertaan atlet.

“Saya juga sudah berupaya mendinginkan mereka, tapi cabor tetap kekeh anggaran harus ke KONI Medan karena ini ajang KONI,” katanya.

Aswindy mengingatkan agar persoalan pengelolaan kontingen tidak sampai merugikan atlet yang telah menjalani persiapan sejak awal tahun. Ia menyebut sekitar 435 atlet Kota Medan telah dipersiapkan untuk mengikuti Porprovsu XII 2026.

“Kalau semisalnya karena ego kita atlet tidak bertanding, mereka sudah persiapan dari Januari sampai sekarang,” ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar seluruh atlet Kota Medan tetap dapat bertanding pada Porprovsu XII 2026. Aswindy juga menyebut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung kontingen Kota Medan untuk mencapai target juara umum.

“Saya berpesan kepada cabor bahwa Wali Kota Medan sebenarnya mendukung kontingen Kota Medan untuk bisa juara umum di Porprovsu. Saya sampaikan juga kita hadiahkan juara umum ini untuk Wali Kota Medan karena beliau mendukung olahraga,” pungkasnya. KMC/R

Exit mobile version