koranmonitor – MEDAN | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, perekonomian Sumatera Utara terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen, ditopang peningkatan ekspor, sektor perkebunan, dan mulai pulihnya sektor pariwisata.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza Ma’ruf Moesa, dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang digelar di Cafe East Eat, Medan, Jumat (7/8/2026).
Menurut Ameriza, pertumbuhan ekonomi nasional masih didorong oleh konsumsi, investasi, dan ekspor. Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia dinilai masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan sejumlah negara maju.
“Kalau dibandingkan dengan Amerika Serikat yang pertumbuhannya sekitar 2 persen, Jepang sekitar 0,6 persen, Indonesia masih berada pada level yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara meningkat menjadi sekitar 5 persen, atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 4,98 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya kinerja ekspor.
Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah justru meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar internasional, sehingga permintaan terhadap produk asal Sumatera Utara ikut meningkat.
“Ekspor Sumatera Utara mengalami peningkatan cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah harga produk kita menjadi lebih menarik di pasar global, sehingga permintaannya meningkat,” kata Ameriza.
Ia menambahkan, komoditas crude palm oil (CPO) masih menjadi salah satu penyumbang utama ekspor daerah. Peningkatan produksi sektor perkebunan juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pertanian.
Selain itu, sektor pariwisata mulai menunjukkan tren pemulihan yang turut mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Di sisi lain, BI optimistis laju inflasi di Sumatera Utara tetap berada dalam kisaran sasaran hingga akhir tahun sehingga stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga.
“Kami memperkirakan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Kegiatan Bincang Bareng Media menjadi forum silaturahmi sekaligus diskusi antara Bank Indonesia dan insan pers untuk memperkuat sinergi dalam penyebarluasan informasi mengenai kebijakan ekonomi, perbankan, dan sistem keuangan di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Ameriza menegaskan media memiliki peran strategis sebagai mitra BI dalam menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tepat waktu kepada masyarakat.
“Media adalah jembatan penghubung yang sangat penting. Informasi yang benar dan cepat akan membantu masyarakat memahami langkah-langkah kebijakan yang diambil, sehingga kebijakan tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal,” katanya.
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai berbagai isu ekonomi, seperti inflasi, stabilitas harga, digitalisasi sistem pembayaran, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ameriza berharap komunikasi antara Bank Indonesia dan media massa terus terjalin dengan baik agar informasi kebijakan dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Iman Gunadi, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara Yovvi Sukandar, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II DJPb Sumatera Utara Edy Purwanto, serta wartawan yang tergabung dalam Wartawan Ekonomi Bisnis (WEB) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. KM-fah/r
