koranmonitor – MEDAN | Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan saat menghadiri jamuan makan malam dan Cultural Experience bersama Asisten Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik, Kanni Wignaraja, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Sabtu (20/6/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan perlindungan lingkungan harus berjalan seiring untuk mewujudkan masa depan Kota Medan yang berkelanjutan.
“Pemko Medan memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kami meyakini pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan perlindungan lingkungan harus berjalan seiring,” ujar Rico Waas.
Di hadapan delegasi United Nations Development Programme, Rico Waas memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Kota Medan. Pada 2024, Medan menghasilkan 632.149,41 ton sampah domestik, dengan lebih dari 80 persen di antaranya berhasil dikelola dan dikurangi melalui berbagai program berbasis partisipasi masyarakat.
Selain itu, Pemko Medan tengah menjalankan langkah transformasi melalui modernisasi TPA Terjun dan percepatan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi (PSEL). Proyek strategis yang didukung pemerintah pusat tersebut diproyeksikan mampu mengolah lebih dari 1.700 ton sampah per hari.
Untuk mendukung proyek tersebut, Pemko Medan telah menyiapkan pembebasan lahan tambahan, lahan akses jalan dan drainase, serta pengadaan armada truk sampah baru.
“Berbagai langkah yang kami lakukan menunjukkan bahwa proyek PSEL Regional Medan Raya tidak lagi berada pada tahap perencanaan, tetapi telah memasuki fase implementasi melalui penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung, legalisasi aset, dan berbagai persiapan operasional lainnya,” kata Rico Waas.
Paparan tersebut mendapat apresiasi dari Kanni Wignaraja. Ia menilai Kota Medan telah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat berjalan bersamaan.
“Bagi UNDP, pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan bukanlah sebuah pilihan yang harus dikorbankan salah satunya. Anda bisa melakukan keduanya secara bersamaan, dan saya pikir kota ini sedang menunjukkan hal itu,” ujar Kanni Wignaraja.
Ia juga menyoroti potensi besar Kota Medan yang didominasi generasi muda produktif. Menurutnya, kepemimpinan kepala daerah yang dekat dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
“Ketika Anda menjadi seorang wali kota, Anda benar-benar terlibat dengan masyarakat. Anda mendengar mereka, dan mampu membuat segalanya menjadi lebih baik,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti, Asisten Deputi Ekonomi Sirkuler dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan Rofi Alhanif, Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan Kemenko Pangan Saleh Nugrahadi, Head of Communication Unit UNDP Indonesia Nabila, Programme Manager Nature, Climate and Energy UNDP Indonesia Iwan Kurniawan, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan. KM-fah/R

