koranmonitor – MEDAN | IHSG ditutup menguat tajam 2.52% di level 8.122,597 pada perdagangan hari ini. Setelah IHSG sempat terpuruk hingga ke level 7.712 pada sesi perdagangan pagi.
IHSG sempat alami tekanan hebat sebelum akhirnya berbalik menguat. Sentimen positif datang dari pertemuan antara Indonesia dengan pihak MSCI (Morgan Stanley Capital International). Pasar merespon positif meskipun awalnya ragu dan sempat melemah tajam di awal sesi perdagangan.
“Penguatan kinerja IHSG pada perdagangan hari ini juga diikuti dengan menguatnya sejumlah bursa saham di Asia, yang parkir di zona hijau,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/2/2026).
Data indeks manufaktur AS yang membaik, menjadi salah satu katalis penguatan bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini. “Meskipun saya menilai pelaku pasar lebih melihat sisi positif dari hasil pertemuan dengan MSCI,” ujarnya.
Mata uang rupiah disisi lainnya juga turut menopang kinerja IHSG. Dimana Rupiah ditutup menguat di level Rp16.755 per US Dolar.
“Pergerakan Rupiah relatif tidak mengalami tekanan hebat meskipun IHSG sempat terpuruk cukup dalam di seminggu terakhir. Pelaku pasar akan terus memantau langkah pemerintah, setelah terjadi pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi OJK,” sebutnya.
Dan tidak hanya itu, pasar akan terus mencermati eksekusi dari butir-butir kesepakatan dengan MSCI, hingga akhirnya ada kepastian regulasi di pasar keuangan.
“Terpisah harga emas dunia pada perdagangan sore ditransaksikan menguat ke level $4.908 per ons troy, atau sekitar 2.7 juta per gram. Harga emas menguat setelah tekanan hebat di akhir pekan, dan masih memiliki celah untuk lanjutkan kenaikan ditengah kondisi geopolitik yang belum stabil,” tutupnya. KMC/R
