koranmonitor – MEDAN | Sampoerna Academy kembali menyelenggarakan STEAM Expo 2026 bertajuk Inventing Tomorrow secara serentak di seluruh kampus pada 30–31 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk menampilkan karya berbasis pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) sekaligus menegaskan pentingnya transformasi pendidikan yang berpusat pada siswa.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Sampoerna Academy berkolaborasi dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sebagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat ekosistem pembelajaran dengan menghadirkan perspektif sains dan riset, serta menjembatani dunia pendidikan dengan komunitas ilmuwan dan peneliti.
Principal of Sampoerna Academy Citra Medan, Kelly M. Wailes, mengatakan bahwa tantangan global yang semakin kompleks menuntut siswa untuk mampu menghadirkan solusi yang digagas dan digerakkan secara mandiri oleh siswa.
“Inovasi yang digagas dan digerakkan oleh siswa menjadi penting karena solusi masa depan tidak dapat hanya bersumber dari teori atau arahan pengajar. Melalui pembelajaran STEAM berbasis proyek, siswa belajar mengidentifikasi masalah, merancang solusi, bereksperimen, dan belajar dari kegagalan,” ujar Kelly, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, pendekatan tersebut membentuk pola pikir inovatif, tanggung jawab terhadap ide, serta pemahaman bahwa inovasi merupakan proses yang berkelanjutan.
Setiap tahun, siswa Sampoerna Academy, baik secara individu maupun kelompok, ditantang untuk mengembangkan inovasi dengan menerapkan ilmu yang diperoleh selama proses pembelajaran. Sejumlah karya terpilih kemudian dipamerkan dalam STEAM Expo.
Melalui tema Inventing Tomorrow, pameran ini tidak hanya menampilkan hasil karya, tetapi juga solusi nyata yang lahir dari proses pembelajaran berbasis eksplorasi.
Perwakilan ALMI, Prof. Dr.phil. Saiful Akmal, M.A., yang juga menjabat sebagai Direktur International Office Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, menilai pendidikan STEAM interdisipliner menjadi kebutuhan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Pendidikan STEAM diperlukan untuk mengimbangi kemajuan teknologi dengan etika humanis serta memanfaatkan sains dalam menjawab krisis lingkungan. Kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk membumikan ilmu pengetahuan dan memperkuat dunia pendidikan Indonesia,” kata Saiful Akmal.
Selain berperan sebagai dewan juri, ALMI juga menghadirkan program Scientist Goes to School bertema Vaccines & Vaccination: Facts and Myths bersama dr. Harapan, DTM&H, M.InfectDis, PhD. Melalui program tersebut, siswa diajak memahami isu vaksinasi secara kritis dan berbasis riset.
Pada STEAM Expo 2026, Sampoerna Academy menampilkan total 707 proyek STEAM, termasuk 183 proyek dari siswa di Medan (Citra dan Cipto). Salah satu karya yang menarik perhatian adalah The Anti-Sleep Alarm karya Nalin Baghel, siswa kelas 8, yang dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara dan mencegah kecelakaan akibat kantuk.
Proyek lainnya adalah Smart Irrigation System karya Phildarren Dominic Woo, siswa kelas 6, berupa sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis sensor kelembapan tanah.
Ayah Phildarren, Jimmy Ujung, mengungkapkan bahwa proses pengerjaan proyek tersebut menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi anaknya.
“Anak kami belajar menggali ide, menguji konsep, dan berani beriterasi. Kami menekankan bahwa proses dan pembelajaran dari kegagalan lebih penting daripada hasil yang sempurna,” ujarnya.
Sebagai rangkaian kegiatan, Sampoerna Academy juga akan menggelar STEAM Competition 2026 pada 7 Maret 2026 di Sampoerna Academy L’Avenue, Jakarta. Kompetisi ini terbuka bagi siswa dari berbagai sekolah untuk berinovasi melalui pendekatan STEAM. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Sampoerna Academy.
Kelly berharap kegiatan seperti STEAM Expo dapat membekali siswa Indonesia dengan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan percaya diri dalam menghadapi tantangan masa depan. KMC/R
