Secara Aklamasi, Andar Amin Harahap Resmi Ketua Golkar Sumut Periode 2025-2030 

Secara Aklamasi, Andar Amin Harahap Resmi Ketua Golkar Sumut Periode 2025-2030 

Secara Aklamasi, Andar Amin Harahap Resmi Ketua Golkar Sumut Periode 2025-2030 

koranmonitor – MEDAN | Andar Amin Harahap terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2025–2030, dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumut.

Andar menjadi satu-satunya calon ketua yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh panitia Musda Golkar Sumut. Sementara itu, calon lainnya, Hendriyanto Sitorus, dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak mencapai dukungan minimal 30 persen suara.

Pimpinan sidang Musda, Hakim Komarudin menyampaikan, berdasarkan hasil verifikasi berkas pendaftaran yang dilakukan oleh Steering Committee (SC), Andar Amin Harahap memperoleh 21 dukungan dari total 39 pemilik hak suara.

“Sementara Hendriyanto Sitorus hanya memperoleh dua dukungan. Oleh karena itu, setelah dibacakan oleh SC mengenai persyaratan calon ketua Golkar, hanya Andar Amin Harahap yang memenuhi persyaratan dengan dukungan lebih dari 50 persen,” kata Hakim.

Setelah mendapat persetujuan forum, pimpinan sidang kemudian menetapkan Andar Amin Harahap sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2025–2030.

“Sesuai dengan aturan organisasi, apabila hanya terdapat satu calon, maka Andar Amin Harahap ditetapkan sebagai Ketua Golkar Sumatera Utara periode 2025–2030,” ujar Hakim.

Musda XI Partai Golkar Sumatera Utara digelar di Hotel JW Marriott Medan pada 31 Januari hingga 2 Februari 2025.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung menegaskan Musda bukan sekadar ajang perebutan jabatan pimpinan, melainkan momentum untuk menyatukan arah perjuangan partai ke depan.

“Musda ini bukan hanya soal siapa ketuanya. Yang jauh lebih penting adalah menyamakan visi, menyatukan pandangan, dan memastikan roda organisasi bergerak ke arah yang sama,” tegas Doli.

Doli berharap ke depan Partai Golkar Sumut dapat bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Golkar tidak bisa bergantung pada satu figur ketua. Ini partai besar. Kuncinya adalah kerja kolektif, soliditas, dan disiplin organisasi. Golkar merupakan bagian dari pemerintahan. Kita mengusung gubernur dan wakil gubernur, sehingga menjadi kewajiban kita untuk mengawal, mengingatkan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Utara,” katanya. KMC/R

Exit mobile version