koranmonitor – MEDAN | Harga cabai merah pada saat 1 Ramadan sempat dijual turun hingga menyentuh Rp23.000 per Kg nya. Dan di perdagangan lainnya dijual dikisaran harga Rp30.000 an, atau Rp35.500 per Kg mengacu kepada PIHPS Kota Medan.
Namun di tempat yang sama, pedagang sempat menjual di harga Rp40.000 per Kg pada hari sabtu (21//2/2026). Dan pada waktu itu harga di pedagang lain juga mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp42.000 per Kg.
Harga berbalik turun kembali dan pada hari minggu dikisaran Rp35.000 an per Kg, dan di pedagang lainnya dijual dikisaran Rp38.000 per Kg.
“Fluktuasi ini menggambarkan bahwa harga cabai merah tengah mengalami kenaikan. Lebih kurang kenaikan ini seperti yang pernah sempat diproyeksikan sebelumnya. Dimana terjadi gangguan panen di sejumlah sentra produksi di wilayah Sumut, akibat bencana pada bulan November silam,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin melalui keterangan tertulisnya, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, meskipun konsumsi masyarakat setelah 1 Ramadan terlihat kembali normal mendekati hari biasa, dan meskipun supply cabai merah di Sumut mengalami kenaikan. Faktanya harga cabai merah bergerak naik dalam 3 hari perdagangan terakhir. Karena sekalipun Sumut memiliki supply yang jauh melebihi total konsumsi masyarakat Sumut, namun supply tersebut semestinya membanjiri wilayah di luar Sumut.
Sehingga guyuran cabai merah dari Sumut ke luar alami penurunan. Disaat aliran cabai merah mengering dan demand justru bergerak konsisten, maka yang terjadi adalah dorongan untuk terus mencari sumber pasokan sampai demand itu terpenuhi. “Maka konsekuensi selanjutnya adalah terjadinya kenaikan harga pada komoditas itu sendiri,” ujarnya.
Kenaikan harga ini bukti kalau surplus tidak menjamin harga tidak akan naik. Dan potensi kenaikan harga cabai di wilayah Sumut akan ditentukan bagaimana pembentukan harga di wilayah lainnya, umumnya wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat hingga Jambi.
“Jika tren harganya terus naik, maka harga di cabai di Sumut dipastikan akan ikut alami kenaikan,” jelasnya.
Terlebih jika sumber pasokan di wilayah Sumut, Aceh hingga Jawa juga tidak mampu sepenuhnya memasok wilayah yang memiliki basis konsumen. Maka bisa dipastikan bahwa cabai merah akan menjadi penyumbang inflasi nasional termasuk wilayah Sumut. KMC/R

