MEDAN | Aki begal dan jambret terjadi di kawasan Jalan AH Nasution, Kecamatan Medan Johor pada Rabu (16/4/2029) sekira pukul 20.30 Wib.
Korbannya seorang wanita bernama Ramdhina Nasution, warga Jalan Karya Kasih, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor.
Ramdhina Nasution (foto) menceritakan, ia dibegal oleh 2 orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor. Aksi itu nyaris membuat dirinya tewas, karena luka serius dibagian belakang, kening, tangan dan kedua kakinya.
Akhirnya wanita usia 35 tahun terpaksa dilarikan ke RS Mitra Sejati, karena tidak sadarkan diri.
Diceritakannya, saat itu korban (Ramdhina) baru pulang mengantarkan putrinya ke rumah mertuanya, di jalan Brigjend Katamso Kelurahan Gedung Johor, Medan.
Diperjalanan pulang di tengah jalan korban yang sedang mengendarai sepeda motor, BK 2915 AHW dipepet 2 orang tidak dikenal, dan langsung menarik tas korban.
Karena tas yang ditarik pelaku tidak terlepas, lalu pelaku menendang perut korban. Sehingga korban tercampak dan terseret di jalan.
Melihat korban terkapar, pelaku pun berhenti dan kembali merampas tas korban dan menyeret korban. Pelaku mengajar korban dengan meninju wajah dan kepala menggunakan benda yang diduga senjata tumpul, sehingga korban pingsan.
Pelaku yang melihat aksinya diketahui warga, langsung kabur meninggalkan korban. Salah seorang warga yang mengaku sebagai polisi langsung menghampiri korban, dan membantu korban dengan membawa ke RS Mitra Sejati yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Pelakunya dua orang, mereka merampas tas saya lalu menendang. Setelah saya jatuh, pelaku kembali merampas tas saya, dan meninju wajah saya hingga pingsan. Karena warga ada yang melihat, pelaku kabur dan tidak berhasil mengambil tas saya. Sementara sepeda motor saya karena tercampak lumayan jauh dan takut dikejar warga, pelaku langsung kabur,”ungkap korban kepada wartawan di rumahnya, Kamis (16/4/2020).
Oknum Menyaru Polisi ke Rumah Korban
Pelaku yang mengaku Polisi yang bertugas di Polrestabes, saat di RS tepat di ruangan IGD petugas itu meminta kunci sepeda motor korban kepada teman korban, Rika (28), untuk dibawa ke Polrestabes Medan dan akan dikembalikan. Karena untuk proses penyidikan Rika pun memberikan sepeda motor tersebut.
“Yang mengaku Polisi itu, sempat ke rumah saya dengan Rika. Petugas itu sempat mengambil perhiasan saya berupa sepasang anting 6 gram, uang Rp 200 ribu, kalung 4 gram dan STNK sepeda motor. Itupun diambilnya kami nggak ada yang tahu. Tapi sepeda motor petugas itu Yamaha Mio warga hitam BK 2295 SU yang diparkir di parkiran RS nggak sempat dibawa. Petugas itu juga sempat meminta uang teman saya Rp 100 ribu pengganti uangnya untuk biaya beli obat,”ujar korban lagi.
Berjam-jam petugas itu tidak lagi datang membuat korban dan teman menjadi curiga, Sehingga korban menghubungi petugas tersebut. Namun, nomor petugas sudah tidak aktif lagi, lalu teman korban memeriksa ke parkiran rumah sakit. Di parkiran, sepeda motor milik petugas tersebut masih ada.
“Saya terpaksa keluar dari rumah sakit karena biayanya terlalu besar. Sehari saja saya mengeluarkan uang Rp 2.800.000. Dari saya keluar rumah sakit, sepeda motor petugas itu masih ada, mungkin sepeda motor itu mau diambil, tapi nggak berani takut ketahuan belangnya,”
Karena kondisi korban masih belum sehat, korban belum sempat membuat laporan ke Polsek Delitua ditambah sepeda motor masih berstatus kredit yang cicilannya tinggal 4 bulan lagi.
Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap saat dikonfirmasi wartawan Kamis (16/4/2020) sekitar pukul 16:30 WIB, membantah kejadian tersebut.
“Mana ada begal, ntah dari mana pun itu informasinya dan LP nya pun tidak ada. Dan anggota juga sudah cek TKP juga tidak ada,” ujar AKP Zulkifli Harahap.
Sementara korban begal itu mengaku, 4 petugas Polsek Delitua sudah ada mendatanginya guna meminta keterangan atas kejadian yang dialaminya.
“Petugas Polsek Delitua tadi sudah datang sekitar pukul 13:00 WIB. Dan mereka meminta keterangan tentang kejadian yang saya alami. Karena kondisi saya masih belum sehat, mereka menyarankan saya buat laporan nanti malam atau sehat dulu,”tutup korban.KM-red
koranmonitor - JAKARTA | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, harga beras turun di 32…
koranmonitor - JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 16 organisasi keagamaan di kediamannya,…
koranmonitor - BINJAI | Kasus penemuan mayat wanita yang menggegerkan warga kos-kosan Jalan Tamtama, Kelurahan…
koranmonitor - JAKARTA | Gelombang aksi intensifikasi yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari…
koranmonitor - MEDAN | Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati…
koranmonitor - MEDAN | Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan, terima kasih…