SUMUT

Presiden Harus Tetapkan Banjir dan Longsor di Sumut Jadi Bencana Nasional

koranmonitor – MEDAN | Banjir dan longsor yang melanda hampir seluruh wilayah di Sumatera Utara telah menjadi atensi Presiden Prabowo. Dan sudah seharusnya peristiwa tersebut ditetapkan menjadi bencana nasional.

Demikian disampaikan Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sumatera Utara Rolel Harahap, Kamis (27/11/2025) malam. Mantan Wakil Walikota Tanjungbalai itu menilai, banjir melanda hampir seluruh wilayah Sumut serta Provinsi Aceh.

“Kami mendorong Bapak Presiden Prabowo segera menetapkan menjadi bencana nasional,” tegas Rolel Harahap.

Dikatakan Rolel, status bencana nasional ditetapkan resmi dari pemerintah pusat untuk suatu bencana yang sangat besar, yang berdampak luas pada korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak sosial ekonomi yang signifikan.

Penetapan ini dilakukan oleh Presiden berdasarkan rekomendasi dari badan penanggulangan bencana agar penanganan darurat secara terpadu dan membuka akses untuk pengerahan sumber daya yang lebih besar, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Banjir dan longsor Di Sumut, sambung Rolel, sudah layak ditetapkan jadi bencana nasional karena menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda yang sangat besar, dan dampak sosial ekonomi yang masif.

Banjir dan longsor di Sumut telah menelan korban nyawa sedikitnya 37 orang meninggal. Puluhan ribu jiwa mengungsi dan sejumlah titik distribusi logistik terputus akibat longsor dan banjir.

“Penetapan bencana nasional ini penting agar penangannya secara terpadu dan membuka akses yang lebih besar untuk distribusi logistik,” ujar Mantan Ketua KNPI Sumut tersebut.

Sebelumnya, desakan yang sama juga disampaikan Anggota DPR RI Hinca Panjaitan. Politisi Demokrat Dapil Sumut itu menilai fenomena cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini belum pernah terjadi sebelumnya di Sumut.

Dikatakan Hinca, langkah cepat pemerintah sangat dibutuhkan karena situasi di lapangan telah menyentuh level darurat dan mengancam keselamatan warga.

Terpisah, Polda Sumut dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut mencatat total korban tewas mencapai 37 orang.

Menurut data itu, Kabupaten Tapanuli Selatan mencatatkan jumlah terbanyak mencapai 17 orang.

Diikuti Kota Sibolga dengan 8 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 4 orang, Humbang Hasundutan 4 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Padangsidimpuan 1 orang dan Nias Selatan 1 orang.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengungkapkan, selain jumlah korban tewas, sebanyak 52 orang warga masih dalam pencarian. “Sementara itu, 1.168 warga tercatat mengungsi di berbagai lokasi,” ujar Ferry. KMC/R

admin

Recent Posts

BI Sumut Gelar Pertemuan Tahunan BI 2025, Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

koranmonitor - MEDAN | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara mengikuti secara bersama…

56 tahun ago

Gary Iskak Meninggal Dunia Usai Kecelakaan

koranmonitor - JAKARTA | Aktor Gary Iskak dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (29/11/2025) setelah mengalami…

56 tahun ago

Wakapolda Sumut Tinjau Dua Posko Pengungsian Banjir, Pastikan Penanganan Berjalan Cepat dan Humanis

koranmonitor - LANGKAT | Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Rony Samtana mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu…

56 tahun ago

Banjir Surut, Warga Medan Bertahan Hidup Tanpa Aliran Listrik: PLN Diminta Beri Kompensasi!

koranmonitor - MEDAN | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Medan dan Sumatera Utara (Sumut) mengakibatkan…

56 tahun ago

Gubsu Tinjau Pengungsi Di Tapteng, Prioritaskan Kebutuhan Anak-Anak dan Perempuan

koranmonitor - TAPTENG | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution tiba di Bandara Pinangsori, Kabupaten Tapanuli…

56 tahun ago

Anggota DPR-RI Bob Mamana Salurkan Sembako ke Pemko Binjai Untuk Korban Binjai

koranmonitor - BINJAI | Anggota DPR-RI, Fraksi PDI-P, Bob Andyka Mamana Sitepu, menyalurkan bantuan sembako…

56 tahun ago