koranmonitor – SUNGGAL | Desakan warga untuk penindakan tegas terhadap aktivitas peredaran narkoba di kawasan Desa Serba Jadi, Kecamatan Sunggal, tepatnya di pinggiran rel kereta api, yang sering di sebut sebut dengan barak “Ban-Ban” kembali mencuat.
Sejumlah warga mengaku resah dengan keberadaan barak narkoba yang diduga kuat menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika.
Warga yang ditemui di sekitar lokasi, yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan aktivitas transaksi terbuka sudah berlangsung cukup lama walau sudah sering di grebek, dan di musnahkan oleh pihak kepolisian.
“Sudah sering di grebek pun masih juga mereka mereka tetap buka. Apa lagi pengawasnya bg, si Tius itu, sok hebat kali. Kalau ada masyarakat yang komplain dengan aktivitas di lokasi itu, dia datang langsung marah marah sama warga yang komplain,” ucapnya dengan nada geram.
Warga berharap Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvin Simanjuntak, segera perintahkan jajarannya melakukan penggerebekan barak yang di sebut dengan julukan Barak Ban-Ban yang ada di Desa Serba Jadi tersebut.
Ketika wartawan mencoba hadir untuk memastikan aktivitas barak narkoba di lokasi tersebut, Sabtu (29/11/2025). Sepanjang jalan masuk menuju lokasi barak, terlihat para bandar telah meletakkan anggotanya dengan mengunakan alat komunikasi Handtalking. Tujuannya ketika pihak kepolisian hadir, mereka dapat lari dari arah belakang dan sepanjang rel kereta api.
Begitu awak media hampir mendekati lokasi, pengawas barak yang yang di sebut-sebut warga bernama Tius hadir dan menghadangi awak media. Dengan lantang iya memaki maki wartawan yang hendak mencoba mengetahui dan mengambil video di lokasi tersebut. Kejadian itu singkat, dan pengawas bernama Tius itu sempat mengatakan.
“Jangankan wartawan yang datang. Presiden pun kau telpon gak takut aku,” ucapnya kepada wartawan.
Hingga kini, warga menunggu respons dan langkah aparat dalam memberantas barak narkoba tersebut. Situasi ini menjadi gambaran besar betapa kompleksnya persoalan narkotika di daerah Desa Serba Jadi, pinggiran rel kereta api.
Dan warga berharap, pihak kepolisian segera menangkap preman setempat atas nama Tius selaku pengawas “Barak Ban- Ban” tersebut. KM-Andy
koranmonitor - MEDAN | PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk…
koranmonitor - MEDAN | Kota Medan dilanda bencana banjir besar menyusul cuaca buruk yang terjadi…
koranmonitor - MEDAN | Bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) menyisakan duka mendalam.…
koranmonitor - TAPSEL | Suasana haru terlihat ketika seorang anggota Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan (Tapsel)…
koranmonitor - MEDAN | Hujan deras yang mengguyur kota Medan beberapa hari terakhir akhirnya mereda.…
koranmonitor - MEDAN | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara mengikuti secara bersama…