Ilustrasi. MBG
koranmonitor – JAKARTA | Survei nasional yang dilakukan Poltracking Indonesia menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini menjadi salah satu faktor utama peningkatan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat bawah.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengatakan hasil survei mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan mencapai 75,1 persen.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 74,1 persen responden menilai keberhasilan Program MBG sebagai salah satu faktor utamanya.
“Kami mendalami program prioritas MBG. Sebanyak 88 persen publik mengetahui program ini yang sangat populer, namun tingkat kepuasan terhadap program berada di angka 55 persen,” ujar Masduri dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 36,5 persen responden menilai MBG sebagai program yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung, melampaui bantuan lain seperti subsidi upah dan layanan kesehatan.
Masduri menegaskan, MBG bukan sekadar program penyediaan makanan gratis, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Dengan penguatan rantai pasok lokal dan evaluasi berkelanjutan, MBG diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bina Kasih di Desa Kadiwano, Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Samuel Seronadi, menyebut program tersebut berdampak positif bagi petani setempat.
Ia menjelaskan, sebanyak 21 petani di kelompoknya kini membudidayakan berbagai jenis sayuran seperti kacang panjang, buncis, labu jepang, dan sawi untuk memasok kebutuhan dapur MBG di desa mereka.
“Dengan adanya MBG di wilayah kami, hasil panen menjadi terserap tanpa harus bergantung pada pasar,” ujarnya.
Samuel menambahkan, sebelum adanya program tersebut, hasil panen kerap tidak terserap pasar secara maksimal. Namun kini, para petani justru kembali membuka lahan untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan program MBG.
“Kami bersyukur hasil tani terserap dan anak-anak bisa makan lebih teratur. Di wilayah Indonesia Timur, masih banyak anak sekolah yang berangkat tanpa sarapan,” katanya. KMC/R

