Categories: Uncategorized

Cerita Dibalik Bebasnya 6 Nelayan Batubara Yang Ditahan Malaysia

BATUBARA | Akhirnya kerja keras tim advokasi yang ditunjuk Pemkab Batubara, H. Darius, SH melakukan lobi dengan Jabatan Perikanan dan Pertanian Malaysia menunjukkan hasil memuaskan.

Keenam nelayan asal Batubara yang sempat ditahan Jabatan Perikanan dan Pertanian Malaysia akhirnya bebas murni dan telah kembali ke kampung halaman bertemu dengan keluarga.

Hal itu diungkapkan Ketua Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara (Mantab) kepada wartawan di Lima Puluh, Rabu (13/3/2019).

Masih menurut Sawal, saat menepungtawari keenam nelayan, dilihatnya butir butir air mata menyelimuti kelopak mata Darius. Dengan rasa haru bercampur bahagia melihat kegembiraan nelayan yang dapat berkumpul kembali dengan keluarga mereka.

“Luar biasa perjuangan bang Darius menyelamatkan nelayan Medang Deras. Meski saat ini masa kampanye namun beliau mengutamakan pembebasan nelayan dibanding kepentingannya sebagai caleg DPRD Batubara,”puji Sawal.

H. Darius, SH. MH tercatat sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Batubara dari PPP di Dapil 1 Lima Puluh dengan nomor urut 3.

Dikisahkan Sawal, meski sempat tertahan di Malaysia selama 54 hari, raut muka keenam nelayan yang berhasil balik kampung tampak sumringah.

Mereka mengakui kepulangan mereka berkat perhatian yang tulus dari Bupati Batubara Ir. H. Zahir, MAP. Bupati seketika menugaskan H. Darius, SH. MH untuk melakukan mediasi atau lobi ke pemerintah kerajaan Malaysia.

Bupati paham penugasan terhadap H. Darius adalah langkah tepat karena menguasai hukum Internasional dan kerap berhasil menyelamatkan warga Batubara yang menghadapi masalah hukum dinegara jiran tersebut.

Kepercayaan yang diberikan Bupati kepadanya tidak disia-siakan. Dengan kerja keras dan kepiawaian H. Darius, SH. MH melakukan lobi internasional akhirnya enam nelayan yang menyasar hingga perairan yang diklaim negara jiran sebagai teritorial Malaysia.

Keenam nelayan dianggap sebagai pendatang haram. Selain itu dengan kapal yang bukan kapal tradisional enam nelayan diduga hendak mengambil kekayaan Malaysia.

Akibatnya, seperti dituturkan Darius, keenam nelayan Batubara tersebut terancam dipenjara selama 10 tahun. Namun dengan keahlian dan pengalamannya Darius menjelaskan kepada pihak berwenang di Malaysia ada empat alasan sehingga nelayan Desa Lalang Kec. Medang Deras itu harus dibebaskan.

Ditambahkan Sawal, dirinya telah dikhabari oleh tim advokasi H. Darius, SH lewat seluler yang mengatakan tim tiba di Penang Selasa (22/01) dan langsung berkoordinasi dengan Konjen RI Penang melalui Staf Teknis Polri di Konjen Kompol Danu dan Staf Teknis TNI Mayor (L) Dimas LO.

Diungkapkan para nelayan sudah di Konjen Penang sejak Kamis (31/01) dan sedang dalam pengurusan surat perjalanan laksana paspor (SPLP).

Para nelayan dan keluarga juga berterimakasih kepada tim advokasi yang dipimpin H. Darius, SH, MH serta Konjen RI Penang yang telah menunjukkan kinerja briliannya.

Keenam nelayan yang ditahan di Malaysia yakni Rahimmuddin, Ridwan, Misri, Zulkifli, Badri dan M Edi tidak dapat melakukan perlawanan selain pasrah dijarah perompak.

Kapal mereka yang telah dijarah tanpa navigasi dan jangkar akhirnya masuk kewilayah yang diklaim Malaysia sebagai teritorial mereka.KM-eps

admin

Recent Posts

Polres Labusel Gelar Doa Bersama dalam Rangka “Damai Indonesiaku”

koranmonitor - LABUSEL | Personel Polres Labuhan Batu Selatan (Labusel) menggelar doa bersama, dalam rangka…

5 jam ago

PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI

koranmonitor - JAKARTA | Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Viva Yoga Mauladi mengumumkan penonaktifan Eko…

9 jam ago

MKD DPR RI Minta Ketum Parpol Nonaktifkan Anggota DPR Bermasalah!

koranmonitor - JAKARTA | Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI meminta para ketua umum partai…

11 jam ago

Menteri Pertanian Sebut Harga Beras Turun di 32 Provinsi

koranmonitor - JAKARTA | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, harga beras turun di 32…

1 hari ago

Bertemu Prabowo, Ormas Islam Siap Sinergi Jaga Kondusifitas Bangsa

koranmonitor - JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 16 organisasi keagamaan di kediamannya,…

1 hari ago

SADIS! Gegara Tagih Utang Rp 200 Ribu, Wanita di Binjai Dihabisi Kekasih, Pelaku Dikatain Miskin

koranmonitor - BINJAI | Kasus penemuan mayat wanita yang menggegerkan warga kos-kosan Jalan Tamtama, Kelurahan…

1 hari ago