NIAS SELATAN | Alijiduhu Nakhe tega menghabisi istrinya, Yunima Amazihono di rumah mertuanya hingga tewas, Senin (3/2/2020) di Desa Hiliambolata, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Nitilisa Harefa (49) ibu kandung Yunima Amazihono, menjelaskan menantunya Alijuduhu Nakhe (pelaku), sering memukul istrinya atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Tidak tahan dipukuli dan menghindari kekerasan dilakukan pelaku, kata Nitilisa Harefa, putrinya kabur kerumahnya dan sudah seminggu dirumahnya.

“Anakku sering dipukuli suaminya, sehingga anakku itu kabur ke rumahku untuk berlindung kepada saya,” ungkap Nitilisa.

Ditambah Nitilisa, pada Senin (3/2/2020) sekira pukul 19.30, pelaku datang kerumahnya dengan kondisi mabuk. Pelaku minta agar istrinya pulang kerumah mereka.

Korban yang mengetahui suaminya sedang mabuk, tidak mau menuruti perintah karena takut dipukul lagi di rumahnya. Sebab selama ini korban memang sering mengalami kekerasan fisik di rumahnya.

Melihat istrinya tidak mengikuti perintanya, pelaku langsung marah– marah dan memukul serta menusuk istrinya dengan pisau hingga mengakibatkan bersimbah darah.

Melihat kejadian tersebut, adek ipar korban bersama ibu mertuanya berusaha untuk meleraikan, dan berusaha meraih pisau yang dipakai pelaku menusuk istrinya sambil menangis histeris.

Namun, apa daya pelaku yang sedang dalam keadaan mabuk kelihatan lebih kuat, sehingga mereka tidak bisa meleraikannya dan meraih pisau tersebut. Bahkan keduanya ikut menjadi korban dengan mengalami luka-luka.

Sesampai di Puskesmas Lahusa, korban yang bersimbah darah akibat ditusuk pisau oleh suaminya menghembuskan nafas terakhirnya.

Pelaku yang masih dalam keadaan mabuk telah diamankan di Polsek Lahusa Nias Selatan.KM-red